Berita Viral Terkini

Ketika Sopir Alphard dan Sekuriti Bundaran HI Sepakat Berdamai

Bambang HandayaniPublished 25 Jul 2026 - 08.370 Reads
Bagikan WhatsAppX
Ketika Sopir Alphard dan Sekuriti Bundaran HI Sepakat Berdamai
Ilustrasi Hukum. Foto: Kumparan.
A-A+

Sebuah insiden di jalanan Jakarta sering kali memperlihatkan ketimpangan relasi kuasa, namun akhir dari perseteruan antara seorang petugas keamanan proyek MRT dan rombongan mobil mewah Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI membuktikan bahwa penyesalan bisa membalikkan keadaan. Fiktor Harefa, sang sekuriti, akhirnya bisa bernapas lega setelah perselisihannya dengan sang pengemudi berakhir damai di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut menandai akhir dari ketegangan yang sempat viral di media sosial.

Ada pemandangan menarik yang terjadi selama proses mediasi di kantor polisi. Kuasa hukum Fiktor, Wira Harefa, mengungkapkan bahwa pengemudi Alphard tersebut secara sukarela bersujud di hadapan kliennya sebagai bentuk permohonan maaf yang tulus. Tindakan ini sangat kontras dengan kejadian di lapangan sebelumnya, di mana Fiktor-lah yang terpaksa bersujud di aspal. Kala itu, Fiktor melakukan aksi tersebut karena didera ketakutan luar biasa setelah diancam akan dilaporkan ke tempatnya bekerja hingga dipecat. Kini, tanpa paksaan apa pun, sang pengemudi berbalik bersujud karena menyadari kekhilafannya.

Also Read

Polisi Beri Teguran untuk Pengendara Xpander yang Tutup Pelat Nomor Pakai Lakban

Proses mediasi yang difasilitasi oleh Kapolsek Menteng, Kompol Braiel Arnold Rondonuwu, memang tidak berlangsung singkat. Kedua belah pihak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk saling menumpahkan keluh kesah dan menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandang masing-masing. Setelah saling mendengarkan, Fiktor dengan berbesar hati menerima permintaan maaf dari pengemudi serta para penumpang Alphard tersebut. Bagi Fiktor, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan masalah dengan cepat agar ia bisa kembali bekerja dan menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang tanpa bayang-bayang ketakutan.

Di balik perdamaian ini, terungkap fakta mengejutkan mengenai identitas para pengguna mobil mewah tersebut. Kapolsek Menteng mengonfirmasi bahwa pengemudi dan dua penumpang di dalam Alphard hitam itu ternyata merupakan anggota aktif kepolisian yang berdinas di Polda Jawa Barat. Meski kesepakatan damai secara kekeluargaan telah tercapai antara Fiktor dan para pelaku, pertanggungjawaban profesi mereka tidak berhenti begitu saja. Tindakan arogansi yang sempat mereka tunjukkan di jalan raya kini resmi dilaporkan dan akan diusut lebih lanjut oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat.

Also Read

Siasat Kejam Sindikat Perdagangan Orang yang Menjebak Ratusan WNI di Libya

Selain masalah etik kepolisian, pelanggaran lalu lintas yang memicu keributan ini juga tetap diproses hukum. Mobil pribadi berpelat nomor D 1828 XHQ tersebut diketahui menerobos lampu merah di pelican crossing dan diduga menggunakan pelat nomor palsu. Kasus pelanggaran lalu lintas ini kini tengah ditangani oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di ruang publik, aturan hukum dan etika berkendara berlaku setara bagi siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun profesi pengendara.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca