PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada semester I 2026. Perolehan tersebut melonjak 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp5,14 triliun.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh realisasi pendapatan yang mencapai Rp62,71 triliun sepanjang paruh pertama 2026. Dari sisi profitabilitas operasional, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Antam tercatat mencapai Rp9,62 triliun, atau naik 35 persen dari capaian semester I 2025 sebesar Rp7,11 triliun.
Penjualan Nikel untuk Kebutuhan Domestik
Pada komoditas nikel, Antam membukukan total volume produksi bijih nikel sebanyak 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I 2026. Dari volume tersebut, penjualan bijih nikel tercatat sekitar 6,77 juta wmt.
Asing Lepas Seluruh Saham VICI Senilai Rp1,25 T, Siapa Pembelinya?

Seluruh volume penjualan bijih nikel tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk menyuplai permintaan pasar domestik guna memperkuat ekosistem hilirisasi di dalam negeri.
Kinerja Emas dan Pengembangan Fasilitas Baru
Segmen emas masih menjadi kontributor pendapatan terbesar perseroan. Volume penjualan emas tercatat mencapai sekitar 18,1 ton, menghasilkan pendapatan bisnis emas sekitar Rp50,39 triliun pada semester I 2026.
Untuk memperkuat kapasitas produksi ke depan, Antam tengah menyiapkan pembangunan fasilitas manufaktur Logam Mulia baru di Gresik. Proyek yang diproyeksikan memiliki kapasitas olah hingga 30 ton per tahun tersebut saat ini telah memasuki tahap prakonstruksi.
Ony Suprihartono Resmi Menjabat Komisaris Asuransi Tugu

Portofolio Bauksit dan Posisi Keuangan
Pada lini bauksit dan alumina, perseroan mengandalkan operasional tambang bauksit di Tayan serta pengoperasian fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) melalui PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun. Antam juga memiliki 40 persen kepemilikan saham di fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah yang berkapasitas 1 juta ton per tahun.
Hingga penutupan semester I 2026, Antam mencatatkan total aset sebesar Rp61,27 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp38,53 triliun. Posisi likuiditas perseroan tercatat melalui saldo kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun.






