Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa kinerja di lingkungan Kementerian Pertanian tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan, meskipun posisi Wakil Menteri Pertanian saat ini masih kosong. Kekosongan jabatan strategis di kementerian tersebut terjadi setelah pejabat sebelumnya, Sudaryono, beralih tugas untuk memimpin lembaga lain. Ketika memberikan keterangan kepada publik di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Senin, 27 Juli, Amran menegaskan bahwa situasi internal kementeriannya berada dalam kondisi aman. Ia memastikan bahwa seluruh roda operasional kementerian tetap berjalan sebagaimana mestinya kendati belum ada sosok baru yang menempati kursi wakil menteri pertanian.
Posisi Wakil Menteri Pertanian resmi ditinggalkan oleh Sudaryono setelah yang bersangkutan menerima penugasan baru dari Kepala Negara. Pada Rabu, 22 Juli, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam pelantikan tersebut, Sudaryono ditunjuk untuk menggantikan posisi Nanik S Deyang, yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional karena alasan kesehatan. Reorganisasi dan pengangkatan pejabat baru ini memiliki landasan hukum yang tertuang secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Tiba di New Delhi, Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia

Terkait pengisian kembali posisi Wakil Menteri Pertanian yang lowong, Amran Sulaiman menyatakan bahwa kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Sebelum memberikan pernyataan di kantor kementeriannya pada hari Senin, Amran sebenarnya telah mengungkapkan bahwa nama calon wakil menteri pengganti Sudaryono sudah disiapkan. Hal tersebut disampaikan oleh Amran ketika berada di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat, 24 Juli. Kendati demikian, ia enggan membeberkan identitas sosok calon yang dimaksud kepada publik. Amran juga tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut apakah nama calon tersebut sudah diajukan kepada Presiden atau belum, serta memilih untuk menyerahkan seluruh keputusan akhir kepada Kepala Negara.
Sikap menunggu yang ditunjukkan oleh Menteri Pertanian sejalan dengan perkembangan informasi dari pihak Istana Kepresidenan. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan di Kompleks Parlemen pada Kamis, 23 Juli, mengenai status kursi Wakil Menteri Pertanian. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat itu, Presiden Prabowo memang belum mendiskusikan masalah pengisian posisi Wakil Menteri Pertanian yang ditinggalkan oleh Sudaryono. Karena belum ada pembahasan resmi di tingkat Presiden, Amran Sulaiman pun belum dapat memberikan kepastian mengenai waktu pengisian jabatan tersebut. Ia meminta publik agar bersabar menunggu hingga Presiden Prabowo memutuskan sosok yang akan dipilih, sembari meyakini bahwa keputusan Kepala Negara nantinya merupakan yang terbaik bagi Kementerian Pertanian.
Tips Siapkan Dana Darurat untuk Hadapi Bencana, Prioritaskan Instrumen Likuid dan Proteksi Asuransi

Di samping memastikan kelancaran kinerja di Kementerian Pertanian, Amran Sulaiman juga menyampaikan harapan khusus kepada Sudaryono yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam harapannya, Amran menekankan hal pokok yang menurutnya paling penting dalam pengelolaan lembaga tersebut, yaitu penerapan sistem merit atau meritokrasi. Ia secara langsung menitipkan pesan kepada Sudaryono agar meritokrasi benar-benar diterapkan dalam memimpin Badan Gizi Nasional. Bagi Amran, pelaksanaan sistem merit di lembaga baru tersebut merupakan satu-satunya pesan yang ia tekankan kepada mantan wakilnya setelah resmi beralih tugas.






