Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Musik

Kisah DU68 Musik Bandung Merawat Rilisan Fisik Lintas Generasi

Yolanda TobanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 16.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah DU68 Musik Bandung Merawat Rilisan Fisik Lintas Generasi
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Di sebuah ruangan di lantai dua kawasan Dipatiukur, Kota Bandung, alunan lagu "Yang Terlupakan" dari Iwan Fals mengalun melalui sebuah tape deck tua. Kaset kompilasi bertajuk Prihatin seharga Rp35 ribu itu sedang dites oleh Vickry Irham sebelum diserahkan kepada pembelinya. Pria berusia 57 tahun asal Aceh tersebut tidak sekadar berdagang; ia sedang merawat sebuah ruang interaksi. Di meja kasirnya, tumpukan kaset pita bersanding dengan kertas resi pengiriman. Malam itu, rutinitasnya diselingi kedatangan dua pelanggan yang membawa martabak, bukan untuk membeli barang, melainkan melepas sebagian koleksi kaset pribadi mereka. Bagi Vickry, riung kecil dan pertukaran cerita semacam inilah yang menjadi nyawa dari pekerjaannya.

Pemandangan hangat tersebut adalah hal lumrah di DU68 Musik. Toko ini menyimpan ribuan rilisan fisik mulai dari kaset pita, cakram padat (CD), hingga piringan hitam beserta perangkat pemutarnya. Koleksinya sangat beragam dan disusun tanpa mengenal kasta genre. Di rak-rak kayunya, kaset pengajian dan murottal bisa berdiri berdampingan dengan album heavy metal, sementara musik dangdut bersisian dengan black metal atau rock klasik. Vickry berprinsip bahwa membedakan atau merendahkan satu genre sama saja dengan tidak menghargai proses kreatif para musisi pembuatnya.

Eksistensi DU68 Musik selama hampir 26 tahun tidak dibangun dalam semalam. Jejak usahanya dapat ditarik mundur hingga tahun 1993 ketika Vickry masih berstatus sebagai mahasiswa Sastra Rusia di Universitas Padjadjaran (Unpad). Demi menyambung hidup di tanah perantauan, ia bersama seorang teman mengambil keputusan nekat untuk menjual koleksi kaset pribadinya. Mereka menggelar lapak beralaskan plastik di trotoar Jalan Dewi Sartika. Berbekal penerangan sebatang lilin di tengah dinginnya malam, mereka menjajakan barang dagangannya sambil berseru menawarkan kaset orisinal demi bersaing dengan maraknya produk bajakan pada masa itu.

Baca Juga

PFI Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

PFI Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Lapak jalanan tersebut ternyata laku keras pada malam minggu pertamanya, membuka mata Vickry akan peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan sistem konsinyasi dari para kolektor dan pedagang lain, usahanya perlahan membesar meski harus menghadapi berbagai tantangan era Orde Baru, mulai dari cuaca, gangguan preman, hingga oknum aparat. Menghindari risiko jalanan yang makin tinggi, lapak itu kemudian berpindah ke selasar kampus Unpad Dipatiukur dan pelataran Masjid Salman ITB setiap hari Jumat. Di titik inilah lapaknya mulai menjadi ruang berkumpul para pegiat kebudayaan dan musisi Bandung. Nama-nama seperti personel Pure Saturday, Harapan Jaya, Herry Sutresna, Arian13, hingga sutradara Joko Anwar yang saat itu masih berstatus mahasiswa ITB, tercatat rutin berkunjung.

Pengalaman delapan tahun berdagang di jalanan mendorong Vickry untuk menyewa sebuah ruko bekas kebakaran di daerah Sekeloa. Meski sempat diragukan oleh rekan-rekannya, modal sewa untuk dua tahun berhasil kembali hanya dalam waktu empat bulan. Usaha ini kemudian menetap dan dikenal dengan nama DU68, sebuah identitas yang lahir secara organik dari gabungan nama jalan Dipatiukur dan nomor bangunannya. Ketika industri musik dihantam gelombang pembajakan masif dan disrupsi platform streaming pada periode 2007 hingga 2008 yang menumbangkan banyak toko musik arus utama, DU68 justru bertahan. Rahasianya terletak pada perputaran koleksi antar-penggemar dan harga yang bersahabat bagi kantong pelajar, bukan bergantung pada pasokan album baru dari label rekaman.

Baca Juga

Ralph Lauren Jadi Sasaran Boikot Usai Gandeng Gal Gadot sebagai Model

Ralph Lauren Jadi Sasaran Boikot Usai Gandeng Gal Gadot sebagai Model

Kini, DU68 Musik tetap relevan dan menjadi ruang inklusif yang mempertemukan lintas generasi, termasuk Generasi Z. Pelanggan seperti Ajun (31), seorang alumnus Seni Rupa UPI, rutin datang sejak 2017 untuk berburu piringan hitam dan menikmati daya tarik visual dari sampul rilisan fisik. Toko ini juga telah mengadopsi sistem penjualan daring berkat dorongan anak-anak muda yang sering nongkrong di sana. Hubungan yang terbangun di tempat ini kerap melampaui urusan jual beli; banyak pasangan yang berkenalan di lorong kaset dan kembali bertahun-tahun kemudian untuk merayakan hari jadi. Menariknya, Vickry bersikap sangat realistis mengenai masa depan usahanya. Dengan kedua anaknya yang telah memilih jalan karier di bidang teknologi informasi dan kedokteran, ia tidak memaksakan toko ini menjadi warisan keluarga. Baginya, ia hanya ingin menikmati momen saat ini, membiarkan alunan musik lawas dan kenangan di dalamnya terus berputar menolak usang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DU68 MusikRilisan FisikBandungVickry IrhamKaset Pita

Berita Terbaru Lainnya

Jelang Persija vs Persib, The Jakmania Berkomitmen Tak Sebar ProvokasiCerita Elsa, Penumpang yang Melihat Ibu Hirup Kamper di KRLGempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga BogorPerjalanan KRL Dihentikan Sementara Usai Gempa M 5,9 di Kepulauan SeribuAmankan Laga Persib vs Persija, Polresta Karawang Sekat Jalur Konvoi ke JakartaGempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi TsunamiKomisi II Pertanyakan Usul Perpanjangan Masa Jabatan KadesJejaring Rakyat Miskin Minta Negara Setop Bagi-bagi Tanah ke Individu

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap