Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Kisah Sudono Salim dan Ritual Gunung Kawi di Balik Gurita Bisnis Salim Group

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 13.00 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sudono Salim dan Ritual Gunung Kawi di Balik Gurita Bisnis Salim Group
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Keputusan bisnis seorang konglomerat sering kali dinilai hanya berdasarkan hitungan angka, analisis pasar, atau proyeksi keuntungan di atas kertas. Namun, bagi Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group, aspek spiritual memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menentukan arah usahanya. Salah satu keputusan paling bersejarah dalam industri perbankan Indonesia bahkan lahir setelah ia melakukan perjalanan ke Gunung Kawi untuk berkonsultasi dengan peramal.

Kisah ini bermula dari sebuah pertemuan tidak sengaja di udara pada tahun 1975. Di dalam penerbangan menuju Hong Kong, Sudono Salim bertemu dengan tokoh perbankan Mochtar Riady. Pertemuan spontan tersebut menjadi awal mula lahirnya raksasa perbankan di Indonesia. Dalam obrolan selama penerbangan, Mochtar mengutarakan ambisinya untuk membangun sebuah bank baru.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Di sisi lain, Salim sebenarnya sedang berupaya mencari sosok profesional bertangan dingin untuk mengelola tiga bank miliknya yang saat itu masih berskala kecil, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA). Mendengar ambisi Mochtar, Salim melihat peluang kolaborasi. Namun, ia tidak langsung mengambil keputusan bisnis begitu saja berdasarkan hitungan rasional. Salim memilih pergi ke Gunung Kawi untuk menemui peramal guna mendapatkan petunjuk spiritual.

Perjalanan dari Surabaya ke Gunung Kawi yang memakan waktu sekitar tiga jam ini rutin ia lakukan tiga hingga lima kali dalam setahun. Di sana, Salim biasanya tinggal dan berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa untuk mencari petunjuk. Setiap kali hendak memulai proyek bisnis berskala besar, ia selalu menyempatkan diri meminta petunjuk kepada peramal sekaligus menjalankan sejumlah ritual keagamaan.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Transmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Salah satu metode ramalan yang biasa digunakan oleh Salim adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu yang berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu. Proses ini dilakukan terus-menerus sampai ada sebatang lidi yang terjatuh keluar dari tabung tersebut. Tulisan pada lidi yang jatuh itu kemudian dibaca dan ditafsirkan maknanya oleh rahib atau peramal untuk mengetahui nasib atau langkah bisnis yang sebaiknya diambil.

Sekembalinya dari Gunung Kawi setelah berkonsultasi mengenai rencana kerja sama dengan Mochtar Riady, Salim memantapkan keyakinannya. Dengan penuh percaya diri, ia menyatakan bahwa dirinya akan menjadi "Tang Sheng untuk Mochtar". Kutipan bersejarah mengenai kunjungan Salim ke Gunung Kawi ini tercatat dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto karya Richard Borsuk dan Nancy Chng yang diterbitkan pada tahun 2016.

Keputusan yang diambil berdasarkan petunjuk spiritual tersebut terbukti membawa dampak yang sangat besar bagi perkembangan industri keuangan tanah air. Di bawah pengelolaan profesional Mochtar Riady serta dukungan modal dan jaringan luas dari Sudono Salim, BCA yang saat itu masih berskala kecil berhasil ditata ulang. Bank tersebut tumbuh dengan sangat pesat hingga menjadi salah satu bank swasta terbesar dan paling tangguh di Indonesia.

Baca Juga

Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Kepercayaan Salim terhadap petunjuk spiritual dan feng shui sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum kerja samanya dengan Mochtar Riady terjalin. Pada tahun 1968, Salim bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai "Gang of Four" bersiap memulai sebuah usaha bersama. Kelompok bisnis ini beranggotakan Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad, bersama dengan Sudono Salim sendiri.

Saat merintis usaha tersebut, Salim bersikeras menggunakan sebuah ruangan kantor yang sempit untuk menjalankan aktivitas bisnis mereka. Ruangan itu hanya memiliki satu meja, satu telepon, dua kursi, dan tanpa pendingin udara. Rekan-rekan konglomeratnya sempat merasa heran dengan pilihan tersebut, namun Salim meyakini bahwa tata letak dan kondisi ruangan tersebut memiliki feng shui yang sangat baik sehingga akan membawa keberuntungan besar bagi bisnis mereka.

Keyakinan Salim kembali terbukti di lapangan. Bisnis yang mereka bangun bersama Gang of Four dari ruangan sempit tanpa pendingin udara tersebut berkembang dengan sangat pesat. Keberhasilan awal ini akhirnya menjadi fondasi penting bagi ekspansi berbagai lini bisnis Salim Group di masa-masa mendatang, membuktikan bagaimana keyakinan spiritual berjalan beriringan dengan langkah bisnis sang konglomerat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BCASudono SalimGunung Kawi

Berita Terbaru Lainnya

Sprint Race MotoGP Inggris 2026 Berlangsung 10 Putaran, Jadwal Streaming dan Siaran Trans7Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa CookTransmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke PublikSenat AS Setujui RUU Sanksi Rusia untuk Tekan Ekonomi Perang PutinLatihan Kognitif dan Pemulihan Berimbang Jadi Kunci Menjaga Kebugaran Otak Orang DewasaJorge Messi, Ayah Lionel Messi, Meninggal Dunia di Rosario pada Usia 68 TahunKisah Pendatang Asal Fujian Membangun Bisnis Kopi Kapal Api

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026