Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Ekonomi

Kisah Pendatang Asal Fujian Membangun Bisnis Kopi Kapal Api

Togar SiregarDiterbitkan 9 Agu 2026 - 12.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Pendatang Asal Fujian Membangun Bisnis Kopi Kapal Api
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sejarah perkembangan industri kopi di Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para perintis yang memulai usahanya dari skala rumahan. Salah satu kisah legendaris bermula pada era 1920-an, ketika seorang pendatang asal Fujian, China, bernama Go Soe Loet, tiba di Surabaya. Di kota pelabuhan tersebut, ia mulai merintis usaha kopi rumahan yang kelak menjadi cikal bakal salah satu produsen kopi terbesar di tanah air.

Pada masa-masa awal berdiri, usaha yang dirintis Go Soe Loet tidak berjalan dengan mudah. Berdasarkan catatan Muhammad Ma'ruf dalam buku 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010:31), Go Soe Loet harus menghadapi persaingan bisnis yang sangat ketat. Guna membedakan produknya dari para kompetitor, ia memutar otak dan memutuskan untuk mengemas kopinya menggunakan kertas berwarna cokelat. Kemasan tersebut diberi merek HAP Hootjan, kata yang berarti Kapal Api. Nama ini dipilih karena terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat menumpang kapal api bertenaga uap ketika berlayar menuju Pulau Jawa.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Seiring berjalannya waktu, tongkat estafet bisnis ini diteruskan oleh putranya, Go Tek Whie. Terlibat aktif dalam operasional usaha keluarga, Go Tek Whie kemudian mengambil langkah penting dengan mengubah nama merek dagang secara resmi menjadi Kapal Api pada era 1970-an. Di bawah kepemimpinannya, bisnis kopi ini mulai diarahkan pada modernisasi produksi.

Baca Juga

Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Guna meningkatkan kapasitas produksi, Go Tek Whie yang juga dikenal dengan nama Soedomo Mergonoto, melakukan perjalanan ke Jerman untuk menghadiri pameran mesin pengolah kopi. Di pameran tersebut, ia tertarik pada sebuah mesin pengolah kopi canggih, namun harganya sangat tinggi mencapai Rp 123 juta. Mengingat keterbatasan modal saat itu, Soedomo mencoba mencari jalan pintas dengan merakit mesin serupa sendiri menggunakan anggaran yang jauh lebih murah, yakni hanya Rp 870 ribu.

Meski mesin rakitan mandiri tersebut mampu mengolah kopi sebanyak 180 kilogram per jam, keputusan ini justru mendatangkan masalah baru. Kualitas kopi yang dihasilkan menurun drastis, yang berujung pada merosotnya performa bisnis Kapal Api. Menyadari eksperimennya tidak membuahkan hasil yang diharapkan, Soedomo akhirnya memutuskan untuk membeli mesin kopi asli dari Jerman tersebut. Pembelian mesin mahal ini dapat terealisasi berkat pinjaman dana yang ia ajukan ke Bank Pembangunan Indonesia.

Keputusan taktis tersebut terbukti tepat. Kehadiran mesin impor dari Jerman berhasil mendongkrak kembali kualitas kopi Kapal Api hingga berkembang pesat. Momentum ini kemudian diikuti dengan pendirian PT Santos Jaya Abadi yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak saat itu, jangkauan distribusi produk mereka meluas hingga ke luar Pulau Jawa, merambah kota-kota besar seperti Palembang, Makassar, Medan, dan Pontianak.

Baca Juga

Kisah Sudono Salim dan Ritual Gunung Kawi di Balik Gurita Bisnis Salim Group

Kisah Sudono Salim dan Ritual Gunung Kawi di Balik Gurita Bisnis Salim Group

Ekspansi bisnis PT Santos Jaya Abadi tidak berhenti di pasar domestik. Pada tahun 1985, kopi Kapal Api mulai merambah pasar internasional dengan melakukan ekspor ke beberapa wilayah, termasuk Timur Tengah, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia. Untuk memperkuat posisinya di pasar, perusahaan juga melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan merek kopi susu yang dinamakan Kopi ABC, yang langsung mendapat sambutan hangat dari konsumen.

Selain menyasar pasar massal, Soedomo melebarkan sayapnya ke sektor kedai kopi pada tahun 1992 dengan meluncurkan Excelso. Kedai kopi ini dirancang khusus untuk membidik konsumen dari kalangan menengah ke atas, dengan gerai-gerai awal yang dibuka di lokasi strategis seperti Plaza Indonesia di Jakarta dan Plaza Tunjungan II di Surabaya. Kini, portofolio bisnis perusahaan tidak hanya terbatas pada produk kopi Kapal Api, melainkan juga mencakup merek populer lain seperti Good Day, Ceremix, hingga produk kembang gula berupa Permen Relaxa.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa CookTransmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke PublikSenat AS Setujui RUU Sanksi Rusia untuk Tekan Ekonomi Perang PutinLatihan Kognitif dan Pemulihan Berimbang Jadi Kunci Menjaga Kebugaran Otak Orang DewasaJorge Messi, Ayah Lionel Messi, Meninggal Dunia di Rosario pada Usia 68 TahunKisah Sudono Salim dan Ritual Gunung Kawi di Balik Gurita Bisnis Salim GroupKehilangan Takhta Raja Sawit Dunia, Nigeria Kini Bergantung pada Impor

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026