Berawal dari kebutuhan pribadi menyediakan perawatan tubuh yang aman bagi keluarga, Gracia Chandra merintis jenama perawatan kulit berbasis nabati, Gracious Project. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bali ini bermula saat pandemi melanda Indonesia pada 2020 dan kini telah menjangkau pembeli di berbagai pulau di Tanah Air.
Gracia, yang memiliki latar belakang sebagai formulator, memilih meracik produk perawatan kulit dan tubuh menggunakan bahan baku nabati dari petani lokal di Bali dan Lombok. Salah satu formulasi yang diusungnya adalah penggunaan minyak kelapa murni sebagai pengganti minyak mineral (mineral oil) pada produk body lotion.
Selain minyak kelapa murni, Gracious Project memanfaatkan bahan lokal lain seperti cocoa butter, minyak serai, dan minyak citronella. Seluruh bahan baku lokal yang digunakan telah mengantongi sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di pasaran, produk-produk Gracious Project dijual dengan rentang harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 150.000.
PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

Pasokan B2B dan Layanan Perawatan di Tempat
Dalam operasionalnya, Gracious Project tidak hanya mengandalkan penjualan eceran. Unit usaha ini melayani pesanan business-to-business (B2B) untuk memasok kebutuhan mitra vila serta hotel di Bali, dengan volume produksi mencapai ratusan liter sesuai permintaan.
Selain memasok produk ke jaringan perhotelan, Gracia juga membuka layanan hair spa di lokasi usahanya. Layanan fisik ini menggunakan langsung produk-produk Gracious Project, melengkapi kanal penjualan daring yang ditujukan bagi konsumen langsung.
Memanfaatkan Kanal Digital untuk Pasar Luar Pulau
Untuk menjangkau pasar di luar Bali, Gracious Project memaksimalkan platform e-commerce seperti Shopee. Berbagai instrumen digital dimanfaatkan untuk mendorong keterlibatan pelanggan, mulai dari iklan, Shopee Live, Shopee Video, Promo XTRA, hingga program Affiliate Marketing Solution.
Harga Komoditas, Minyak Mentah Menguat, Batu Bara dan Timah Melemah Tipis

Kehadiran fasilitas logistik digital terbukti menjadi kunci distribusi antarpulau. Menurut Gracia, transaksi konsumen dari luar Bali paling banyak masuk melalui platform lokapasar berkat program bebas biaya kirim. Gracious Project secara berkala mengirimkan pesanan ke berbagai wilayah yang jauh, termasuk Riau dan Kalimantan, dengan ongkos kirim Rp 0 melalui program Gratis Ongkir XTRA.
Sementara itu, untuk konsumen di wilayah Bali, pola belanja menunjukkan karakteristik yang berbeda. Pelanggan lokal cenderung memilih opsi pengiriman instan untuk mendapatkan produk perawatan tubuh tersebut pada hari yang sama.






