Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusinessPopuler
Beranda/Internasional

Klaim Komunikasi Donald Trump dan Kim Jong Un Serta Respons Korea Utara

Rimba NainggolanDiterbitkan 21 Agu 2026 - 05.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Klaim Komunikasi Donald Trump dan Kim Jong Un Serta Respons Korea Utara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah munculnya klaim komunikasi terbaru antara Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Pernyataan ini memicu berbagai tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari pihak internal Pyongyang sendiri. Adik perempuan Kim Jong Un yang juga merupakan salah satu pejabat tinggi Korea Utara, Kim Yo Jong, segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan situasi terkait klaim kontak diplomatik tersebut. Kabar mengenai komunikasi ini pertama kali mencuat setelah Trump memberikan pernyataan kepada wartawan pada hari Senin lalu, yang kemudian disusul oleh rencana pertemuan lanjutan yang diungkapkan pada hari Rabu berikutnya.

Dalam keterangannya pada hari Senin lalu, Donald Trump memberi tahu para wartawan bahwa Kim Jong Un telah menanggapi permintaannya untuk bercakap-cakap. Trump kemudian menambahkan pada hari Rabu bahwa ia berniat untuk bertemu dengan Kim Jong Un secara langsung pada akhir tahun ini. Berdasarkan hubungan positifnya dengan Kim Jong Un tersebut, serta alasan kurangnya bantuan dari Seoul untuk perang di Iran, Trump secara mendadak menuntut pengurangan latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Atas permintaan dari pihak Washington, durasi latihan tahunan tersebut dipangkas secara signifikan dari sepuluh hari menjadi hanya lima hari saja. Langkah serupa sebelumnya juga pernah diambil Trump pada masa jabatan pertamanya pada Maret 2019 lalu, di mana ia tercatat telah bertemu dengan Kim Jong Un sebanyak tiga kali untuk melakukan negosiasi denuklirisasi.

Baca Juga

Kondisi Terkini Tiga ABK WNI Korban Serangan Kapal MV Tihamah di Yaman

Kondisi Terkini Tiga ABK WNI Korban Serangan Kapal MV Tihamah di Yaman

Menanggapi klaim komunikasi tersebut, Kim Yo Jong menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui apakah saudara laki-lakinya itu telah berkomunikasi dengan Donald Trump baru-baru ini. Kendati demikian, Kim Yo Jong mengakui bahwa Kim Jong Un memang memiliki hubungan yang hebat dengan Trump serta secara pribadi memiliki kenangan dan perasaan yang baik terhadap mantan Presiden Amerika Serikat tersebut. Terkait dengan pengurangan durasi latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan, Kim Yo Jong memberikan kritik tajam. Ia dengan tegas menyatakan bahwa mengurangi jadwal latihan sama sekali tidak mengubah sifat provokatif dan ofensif dari kegiatan militer tersebut. Padahal, di sisi lain, juru bicara Pasukan AS di Korea pada pekan lalu sempat menjelaskan bahwa latihan tahunan tersebut sejatinya dirancang khusus untuk menangkal ancaman drone, gangguan GPS, hingga ancaman serangan siber.

Di tengah perdebatan mengenai latihan militer ini, tanggapan menarik datang dari Seoul. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, secara publik menyambut baik permintaan Trump untuk mengurangi durasi latihan militer gabungan tersebut. Lee Jae Myung menegaskan kembali dukungannya terhadap dialog dengan Korea Utara demi menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Namun, di saat yang sama, Lee Jae Myung juga menekankan pentingnya bagi Korea Selatan untuk membangun kemampuan pertahanan yang mandiri. Oleh karena itu, ia mendukung peningkatan pengeluaran pertahanan negara secara cepat guna mencapai target pengeluaran militer sebesar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan.

Baca Juga

Ketegangan Israel dan Turki Memuncak Usai Serangan Udara di Suriah

Ketegangan Israel dan Turki Memuncak Usai Serangan Udara di Suriah

Dinamika hubungan ini juga diwarnai oleh perbedaan data yang cukup mencolok mengenai kekuatan militer riil Pyongyang, khususnya terkait kepemilikan senjata pemusnah massal. Donald Trump baru-baru ini mengeklaim bahwa Korea Utara hanya memiliki 57 senjata nuklir. Klaim ini sangat berbeda dengan estimasi yang dikeluarkan oleh otoritas pertahanan Korea Selatan. Menteri Pertahanan Korea Selatan memperkirakan bahwa Pyongyang saat ini sebenarnya telah memiliki antara 80 hingga 120 hulu ledak nuklir. Perbedaan estimasi yang signifikan mengenai jumlah persenjataan nuklir ini menjadi tantangan tersendiri dalam setiap upaya negosiasi denuklirisasi dan kebijakan keamanan di kawasan Semenanjung Korea.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpKorea UtaraKim Yo-jongKim Jong Un

Berita Terbaru Lainnya

Kondisi Terkini Tiga ABK WNI Korban Serangan Kapal MV Tihamah di YamanKetegangan Israel dan Turki Memuncak Usai Serangan Udara di SuriahCara Mengakses Bantuan Dapur Umum dan Logistik Kemensos bagi Korban Gempa Manggarai TimurLayanan Psikososial Kemensos untuk Anak Penyintas Gempa di NagekeoKemensos Sediakan Dapur Umum dan Fasilitas Pengungsian di SikkaCBDK Siapkan Dana Rp 250 Miliar untuk Buyback SahamBursa Efek Indonesia Rencanakan Penghapusan Batas Harga Minimum Saham Rp 50Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Turun 40 Persen pada Semester I-2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusiness

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap