Pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis guna mengantisipasi dampak buruk dari musim kemarau dan ancaman kekeringan yang melanda sejumlah daerah di wilayah Indonesia. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih dan pengairan untuk masyarakat. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya dari Komisi V yang secara khusus membidangi masalah infrastruktur. Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, menyatakan bahwa pemerintah telah dan terus berupaya maksimal untuk menghadapi ancaman kekeringan melalui berbagai program infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
Dukungan Komisi V DPR RI mencakup pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur vital, mulai dari pembangunan embung atau waduk penampungan air hingga perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan di berbagai daerah rawan kekeringan. Novita menjelaskan bahwa pihaknya turut mengawal jalannya program embung dan irigasi guna membenahi saluran-saluran air yang ada di lapangan. Tujuannya adalah agar seluruh saluran tersebut dapat tertangani dengan baik dan pada akhirnya mampu mengairi area persawahan milik petani secara optimal. Pembangunan embung dinilai sangat krusial sebagai wadah penyimpanan air cadangan yang dapat dimanfaatkan secara langsung saat pasokan air permukaan mulai menyusut akibat cuaca panas yang berkepanjangan.








