Pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis guna mengantisipasi dampak buruk dari musim kemarau dan ancaman kekeringan yang melanda sejumlah daerah di wilayah Indonesia. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih dan pengairan untuk masyarakat. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya dari Komisi V yang secara khusus membidangi masalah infrastruktur. Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, menyatakan bahwa pemerintah telah dan terus berupaya maksimal untuk menghadapi ancaman kekeringan melalui berbagai program infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
Dukungan Komisi V DPR RI mencakup pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur vital, mulai dari pembangunan embung atau waduk penampungan air hingga perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan di berbagai daerah rawan kekeringan. Novita menjelaskan bahwa pihaknya turut mengawal jalannya program embung dan irigasi guna membenahi saluran-saluran air yang ada di lapangan. Tujuannya adalah agar seluruh saluran tersebut dapat tertangani dengan baik dan pada akhirnya mampu mengairi area persawahan milik petani secara optimal. Pembangunan embung dinilai sangat krusial sebagai wadah penyimpanan air cadangan yang dapat dimanfaatkan secara langsung saat pasokan air permukaan mulai menyusut akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Selain memfokuskan diri pada pembangunan embung dan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan sumber air baru di wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh kekeringan juga menjadi prioritas utama pemerintah. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah dengan membangun fasilitas sumur bor baru di daerah-daerah yang teridentifikasi mengalami krisis air bersih. Di samping itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan keberadaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau yang lebih dikenal luas dengan singkatan Pamsimas. Terkait hal ini, Novita menyebutkan bahwa kehadiran fasilitas Pamsimas sangat penting karena berfungsi untuk menampung cadangan air yang kemudian disalurkan langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Demi Persija vs Persib, The Jakmania Rela Datang dari Luar Jakarta

Tantangan kekeringan di lapangan memang membutuhkan penanganan yang serius dan berkesinambungan karena dampaknya langsung dirasakan oleh sektor ketahanan pangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat luas. Sebagai contoh nyata dari dampak musim kemarau ini, pada hari Selasa, 21 Juli 2026, sumber air di daerah pertanian dilaporkan telah mengering secara signifikan. Kejadian tersebut terlihat sangat jelas di wilayah Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Di lokasi itu, seorang petani setempat tampak mengendarai sepeda motor melintasi jalan tanah di samping sebuah embung penyimpanan air untuk area persawahan yang sudah dalam kondisi mengering sepenuhnya, memperlihatkan betapa mendesaknya ketersediaan infrastruktur air.
Penanganan kekeringan di wilayah Indonesia yang sangat luas ini diakui tidak bisa diselesaikan secara instan dalam waktu singkat. Novita secara terbuka menyadari bahwa mengatasi persoalan krisis air di seluruh daerah di Tanah Air tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama pihak legislatif terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari solusi terbaik dan terukur dari setiap permasalahan kekeringan yang muncul. Sinergi yang kuat antara program-program penyediaan air dari pemerintah dan dukungan legislasi diharapkan mampu secara bertahap meringankan beban masyarakat yang terdampak.
2 Pencuri Kabel & Aki Tower BTS di Semarang Ditangkap, Beraksi dari Januari 2026

Pernyataan terkait langkah-langkah penanganan kekeringan ini disampaikan oleh Novita Wijayanti usai dirinya berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam sebuah kegiatan sosial pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Ia hadir dan berpartisipasi dalam acara bakti sosial yang diselenggarakan di Pulo Gebang, Jakarta Timur. Selain menjalankan perannya sebagai wakil rakyat di Komisi V DPR RI, Novita juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA). Organisasi PP PIRA sendiri selama ini dikenal oleh publik sebagai salah satu sayap pergerakan perempuan yang secara resmi berafiliasi dengan Partai Gerindra.






