Nasib tragis menimpa seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali, yang tewas dikeroyok massa setelah kepergok mencuri ayam. Peristiwa nahas ini tidak hanya menyisakan proses hukum bagi para pelaku pengeroyokan, tetapi juga meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah penanganan kasus pidana tersebut, pemandangan memilukan terlihat ketika anak korban menangis saat jenazah ayahnya digotong. Tragedi ini membuka mata banyak pihak bahwa ada korban tidak langsung yang luput dari perhatian utama, yakni seorang anak yang kini harus menghadapi masa depan tanpa kehadiran sosok ayah.
Dari sisi penegakan hukum, aparat kepolisian telah mengambil langkah dengan menetapkan lima orang warga sebagai tersangka pengeroyokan. Kelima pria tersebut masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan bahwa penetapan status tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan interogasi secara intensif di Polsek Baturiti. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Tabanan, Bayu Pati mengungkapkan pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menganiaya KD hingga tewas, di antaranya pakaian milik para tersangka, sebatang besi, serta sebatang bambu.








