Berita Viral Terkini

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu Selama Sembilan Jam dan Sita Lima Koper

Bambang HandayaniPublished 26 Jul 2026 - 01.350 Reads
Bagikan WhatsAppX
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu Selama Sembilan Jam dan Sita Lima Koper
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Suasana tenang di kawasan Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, mendadak berubah tegang ketika sejumlah kendaraan mendatangi sebuah kediaman pribadi. Rumah berukuran cukup luas tersebut merupakan milik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman. Malam itu, langkah penegakan hukum yang senyap namun tegas tengah bergulir dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim penyidik dari lembaga antirasuah tersebut mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan penggeledahan secara menyeluruh. Aktivitas yang berlangsung hingga dini hari tersebut langsung menyedot perhatian warga sekitar karena membawa dinamika hukum yang intens ke lingkungan pemukiman tersebut.

Operasi penindakan yang berlangsung di kediaman pejabat daerah ini memakan waktu yang tidak singkat. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, para petugas menyisir setiap sudut ruangan di rumah Noprisman hingga memakan waktu total selama sembilan jam nonstop. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Sabtu (25/7/2026), proses penyisiran yang panjang ini berjalan di bawah standar pengamanan tingkat tinggi. Sejumlah personel kepolisian dengan seragam dan persenjataan lengkap disiagakan di area sekitar rumah. Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus memastikan para penyidik dapat menjalankan tugas penggeledahan dengan aman dan fokus.

Also Read

Langkah Senyap Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Menuju Sel Tahanan KPK

Ketelitian tim penyidik yang menggeledah bagian dalam kediaman tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjam-jam melakukan pemeriksaan dokumen dan inventarisasi di dalam rumah, rombongan KPK akhirnya keluar dari pintu utama dengan membawa sejumlah barang sitaan yang cukup menyita perhatian. Penyidik membawa setidaknya lima koper berukuran besar yang terkunci rapat. Selain koper-koper tersebut, petugas juga terlihat mengangkut satu kardus tambahan. Barang-barang yang diangkut keluar tersebut diduga kuat berisi dokumen-dokumen krusial serta berbagai barang bukti yang berkaitan erat dengan penyelidikan perkara yang sedang ditangani oleh lembaga antirasuah.

Begitu proses penggeledahan di rumah pribadi selesai, pergerakan tim KPK berlanjut ke tahap berikutnya tanpa mengulur waktu. Rombongan yang membawa seluruh barang bukti tersebut langsung bertolak menuju Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Pengangkutan dokumen ini dilakukan secara tergesa namun tetap terencana untuk segera memboyong seluruh koper dan kardus barang bukti ke Jakarta pada hari yang sama. Untuk memastikan seluruh berkas tetap utuh dan steril dari potensi manipulasi selama perjalanan udara, koper-koper barang bukti tersebut menjalani prosedur pelapisan khusus atau wrapping yang dilakukan secara presisi oleh petugas di bandara.

Also Read

Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Tetap Diusut Meski Sopir dan Satpam Sepakat Damai

Pengawalan ketat oleh personel kepolisian bersenjata tidak berhenti di rumah kediaman saja, melainkan berlanjut hingga ke area bandara. Penyidik KPK beserta barang bukti yang sudah terbungkus rapi langsung diarahkan menuju fasilitas Ruang VVIP Bandara Fatmawati Soekarno sembari menunggu jadwal penerbangan keberangkatan menuju ibu kota. Kendati langkah penindakan di lapangan tampak begitu masif dan menyita perhatian publik lokal, tabir mengenai perkara hukum ini masih tersimpan rapat. Hingga saat ini, baik komisioner maupun juru bicara KPK serta pihak Pemerintah Kota Bengkulu belum memberikan keterangan resmi mengenai detail kasus yang tengah diselidiki maupun status hukum Noprisman dan pihak-pihak lain yang terseret dalam pusaran penggeledahan ini.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca