Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

KPK Geledah Tiga Lokasi dan Sita Barang Bukti Kasus Korupsi Bupati Rejang Lebong

Uria KilaDiterbitkan 10 Agu 2026 - 00.19 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KPK Geledah Tiga Lokasi dan Sita Barang Bukti Kasus Korupsi Bupati Rejang Lebong
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik usai menggelar penggeledahan maraton selama tiga hari berturut-turut di wilayah Provinsi Bengkulu. Rangkaian penggeledahan yang berlangsung sejak hari Rabu hingga Jumat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari langkah pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari. Seluruh barang bukti yang diamankan dari lokasi penggeledahan diharapkan dapat membuat terang perbuatan pidana serta alur transaksi yang terjadi.

Penggeledahan tersebut menyasar tiga titik lokasi terpisah di dua daerah, yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong. Di wilayah Kota Bengkulu, penyidik mendatangi dua lokasi yang merupakan kediaman pribadi milik pejabat daerah, yakni rumah pribadi Sekretaris DPRD Kota Bengkulu serta rumah pribadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu. Sementara itu, satu lokasi lainnya yang digeledah oleh penyidik berada di Kabupaten Rejang Lebong, yang diketahui merupakan tempat atau kediaman milik pihak swasta.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Tidak hanya melakukan penggeledahan fisik di rumah para pihak terkait, lembaga antirasuah juga bergerak mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memperkuat pembuktian. Pada Jumat (7/8), penyidik KPK memeriksa delapan orang saksi yang pemeriksaannya dilaksanakan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu. Pemeriksaan saksi secara maraton ini dilakukan untuk mendalami peran para pihak serta memverifikasi temuan-temuan awal yang didapat oleh tim penyidik di lapangan.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Kendati rangkaian penggeledahan dan pemeriksaan saksi telah berjalan intensif, KPK menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru dalam perkara ini. Penyidikan pengembangan kasus tersebut masih didasarkan pada surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Dengan skema sprindik umum ini, penyidik fokus mengumpulkan alat bukti yang cukup sebelum menentukan pihak-pihak yang secara hukum dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas dugaan rasuah tersebut.

Perkara dugaan korupsi ini sendiri bermula saat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berrencana mengeksekusi sejumlah proyek pembangunan pada awal tahun 2026. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa paket-paket pekerjaan yang menjadi fokus perhatian penyidik berada di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong. Total alokasi anggaran untuk belanja proyek di dinas tersebut nilainya terhitung sangat besar, yakni mencapai Rp91,13 miliar.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek tersebut, Bupati Fikri diduga menerima total suap sebesar Rp1,7 miliar dari beberapa paket proyek yang dialokasikan. Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa nilai suap tersebut salah satunya bersumber dari uang ijon proyek sebesar Rp980 juta. Uang ijon ini diserahkan kepada Fikri secara bertahap melalui pihak perantara, di mana besaran ijon yang disetorkan oleh tiga pihak pemberi memiliki nilai yang bervariasi satu sama lain.

Di samping penerimaan suap ijon proyek tersebut, penyidik KPK juga mengidentifikasi adanya dugaan penerimaan dana lain oleh Fikri dengan nilai mencapai Rp775 juta. KPK menduga bahwa transaksi penerimaan dana tambahan tersebut dilakukan secara berulang. Seluruh dokumen serta perangkat elektronik yang disita dari hasil penggeledahan sepekan terakhir kini tengah diteliti lebih lanjut oleh tim KPK guna memetakan secara utuh peran masing-masing pihak dalam pusaran kasus korupsi di Rejang Lebong ini.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKBengkulu

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026