PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan laporan keuangan untuk paruh pertama tahun 2026 dengan mencatatkan penurunan laba bersih. Selama semester I tahun 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat sebesar Rp12,53 triliun. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 19,22 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun 2025, yang saat itu mencapai Rp15,5 triliun. Penurunan ini sejalan dengan koreksi pada beberapa pos pendapatan utama perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Astra International membukukan pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun pada semester I-2026. Realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 3,04 persen dibandingkan dengan semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp162,85 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 2 persen menjadi Rp125,46 triliun, dari sebelumnya Rp128,02 triliun pada tahun lalu. Meskipun beban pokok berhasil ditekan, laba bruto ASII tetap terkoreksi sebesar 6,84 persen menjadi Rp32,45 triliun dari posisi Rp34,83 triliun pada paruh pertama tahun sebelumnya.








