Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Laba Bersih Astra International Turun Menjadi Rp12,53 Triliun pada Semester I-2026

Wahyu SuryaniDiterbitkan 3 Agu 2026 - 16.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Laba Bersih Astra International Turun Menjadi Rp12,53 Triliun pada Semester I-2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan laporan keuangan untuk paruh pertama tahun 2026 dengan mencatatkan penurunan laba bersih. Selama semester I tahun 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat sebesar Rp12,53 triliun. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 19,22 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun 2025, yang saat itu mencapai Rp15,5 triliun. Penurunan ini sejalan dengan koreksi pada beberapa pos pendapatan utama perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Astra International membukukan pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun pada semester I-2026. Realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 3,04 persen dibandingkan dengan semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp162,85 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 2 persen menjadi Rp125,46 triliun, dari sebelumnya Rp128,02 triliun pada tahun lalu. Meskipun beban pokok berhasil ditekan, laba bruto ASII tetap terkoreksi sebesar 6,84 persen menjadi Rp32,45 triliun dari posisi Rp34,83 triliun pada paruh pertama tahun sebelumnya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Tekanan pada profitabilitas perseroan juga dipengaruhi oleh peningkatan sejumlah pos beban operasional. Beban penjualan ASII naik sebesar 18,61 persen menjadi Rp6,617 triliun dari sebelumnya Rp5,579 triliun. Selain itu, beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 13,2 persen menjadi Rp11,418 triliun, dibandingkan dengan Rp10,087 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, penghasilan bunga perseroan turun 7,59 persen menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,79 triliun, sedangkan biaya keuangan berhasil ditekan tipis sebesar 1,17 persen menjadi Rp1,85 triliun dari Rp1,87 triliun.

Baca Juga

Proyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data Resmi

Proyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data Resmi

Kondisi keuangan perseroan juga diwarnai oleh fluktuasi nilai tukar dan pos pengeluaran lainnya. ASII mencatatkan rugi selisih kurs bersih sebesar Rp95 miliar pada paruh pertama tahun ini, berbalik dari kondisi untung selisih kurs bersih sebesar Rp194 miliar pada semester I-2025. Selain itu, pos beban lain-lain bersih melonjak signifikan menjadi Rp2,51 triliun, berbanding terbalik dari posisi penghasilan lain-lain bersih yang tercatat sebesar Rp944 miliar pada tahun sebelumnya. Namun demikian, kontribusi dari ventura bersama dan entitas asosiasi menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 35,31 persen menjadi Rp5,12 triliun, naik dari Rp3,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Secara akumulatif, laba sebelum pajak penghasilan Astra International merosot sebesar 30,30 persen menjadi Rp16,73 triliun dari Rp24 triliun pada semester I-2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang juga turun 25,13 persen menjadi Rp3,38 triliun dari Rp4,52 triliun, laba periode berjalan ASII pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp13,34 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 31,50 persen dibandingkan dengan laba periode berjalan pada semester I-2025 yang mencapai Rp19,48 triliun.

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan Pajaknya

Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan Pajaknya

Meskipun laba bersih mengalami tekanan, perseroan mencatatkan lonjakan pada pos penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar 739,43 persen menjadi Rp3,81 triliun, dibandingkan dengan Rp454 miliar pada semester I-2025. Kenaikan ini ditopang oleh selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing yang meningkat menjadi Rp2,06 triliun dari sebelumnya Rp298 miliar. Selain itu, bagian lindung nilai arus kas berbalik mencatatkan keuntungan sebesar Rp1,85 triliun dari sebelumnya rugi Rp46 miliar. Bagian penghasilan komprehensif lain dari ventura bersama dan entitas asosiasi juga membaik menjadi keuntungan Rp1,18 triliun dari rugi Rp119 miliar. Namun, perseroan mencatatkan penurunan nilai wajar investasi lain-lain sebesar Rp837 miliar, berbalik dari keuntungan Rp335 miliar pada semester I-2025.

Dengan perkembangan tersebut, jumlah penghasilan komprehensif periode berjalan ASII pada semester I-2026 mencapai Rp17,15 triliun, atau turun sebesar 13,95 persen dibandingkan dengan Rp19,93 triliun pada semester I-2025. Di sisi lain, posisi neraca perseroan menunjukkan pertumbuhan aset. Total aset Astra International hingga akhir semester I-2026 tercatat sebesar Rp514,5 triliun, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 yang sebesar Rp507,3 triliun.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sahamLaporan KeuanganKinerja EmitenAstra InternationalASII

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap