Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Langkah Sepihak Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru Memicu Protes Keras China

Togar SiregarDiterbitkan 25 Jul 2026 - 08.05 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Sepihak Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru Memicu Protes Keras China
Foto/Ilustrasi: Republika - Ekonomi
A-A+

Hubungan dagang global kembali memanas setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menerapkan kebijakan tarif baru yang menyasar puluhan negara mitranya. Dengan dalih penegakan hak asasi manusia terkait isu kerja paksa, Washington resmi memberlakukan bea masuk tambahan berkisar antara 10 hingga 12,5 persen. Langkah sepihak ini langsung memicu reaksi keras dari Beijing, yang menilai kebijakan proteksionisme berbalut isu moral tersebut hanya akan merusak stabilitas ekonomi global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam keterangannya pada Jumat (24/7/2026), menegaskan bahwa Beijing menolak keras segala bentuk pungutan sepihak yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Menurutnya, sikap China dalam menanggapi dinamika perdagangan bilateral ini tetap konsisten dan tidak berubah. Ia juga mengingatkan bahwa konflik dagang maupun perang tarif pada akhirnya tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak mana pun, meskipun ia masih enggan membeberkan langkah balasan yang mungkin akan diambil oleh pemerintah China.

Kebijakan tarif baru ini diumumkan tepat satu hari sebelum masa berlaku tarif global sebesar 10 persen yang sebelumnya ditetapkan Presiden Donald Trump berakhir. Kebijakan darurat itu sempat diterapkan menyusul keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan aturan tarif timbal balik, termasuk pungutan terkait fentanil terhadap produk dari Kanada, Meksiko, dan China. Kini, dengan aturan baru yang menyasar sekitar 99 persen dari total impor ke Amerika Serikat, lanskap perdagangan global dipastikan akan mengalami guncangan baru.

Baca Juga

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Dalam skema tarif teranyar ini, posisi China terbilang paling tidak menguntungkan karena tidak mendapatkan perlakuan khusus layaknya sekutu dekat Amerika Serikat. Tambahan tarif sebesar 12,5 persen akan langsung diakumulasikan di atas bea masuk yang sudah berjalan sebelumnya. Selain China, beberapa negara mitra seperti Jepang, Uni Eropa, Australia, Filipina, Swiss, Taiwan, dan Thailand juga masuk dalam daftar sasaran. Besaran tarif ini ditentukan berdasarkan penilaian sepihak Washington terhadap sejauh mana negara-negara tersebut menindak praktik kerja paksa dalam rantai produksi mereka.

Meskipun demikian, Amerika Serikat menerapkan klasifikasi yang berbeda bagi sekitar 20 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Inggris, dan Meksiko. Negara-negara ini hanya dikenai tarif sebesar 10 persen karena dinilai telah memiliki instrumen hukum yang lebih memadai untuk mencegah masuknya barang hasil kerja paksa. Sementara di kawasan Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan dikenakan tarif 12,5 persen, namun dibebaskan dari tambahan baru jika produk mereka sebelumnya telah terkena tarif dengan besaran setara atau lebih tinggi.

Baca Juga

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Di sisi lain, kebijakan ini mengecualikan komoditas sensitif seperti sektor otomotif dan baja yang sebelumnya telah dilindungi oleh tarif keamanan nasional era Trump. Langkah agresif ini merupakan kelanjutan dari investigasi perdagangan yang diinisiasi pemerintahan Trump guna menyelidiki dugaan pemotongan biaya produksi melalui kerja paksa serta isu kelebihan kapasitas industri di 16 negara mitra utama, termasuk India, Vietnam, dan Uni Eropa.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Tarif Imporekonomi globalperang daganghubungan as china

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran di RS Saiful Anwar Malang, 19 Pasien Dievakuasi11 Korban Kebakaran di Paniai Teridentifikasi, Polisi Selidiki Dugaan SabotaseLedakan Gas Melon di Warteg Tambora Picu Kepanikan WargaAktivitas Belajar di NTT Kembali Berjalan Usai Diguncang Gempa 7,7 Magnitudo6 Ruko di Bogor Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Termasuk Kafe-SalonHarga Beras di Jateng Naik, Gubernur Instruksikan Intervensi PasarWagub Berharap Proyeksi Perputaran Ekonomi MTQ di Jateng Capai Rp1,2 TKemarau Panjang di Cilacap, Petani Jual Bongkahan Tanah untuk Bertahan Hidup

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap