Sebaran abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menjangkau wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait keamanan pasokan air perpipaan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi situasi tersebut, Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) memastikan pasokan air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan tetap berada dalam kondisi aman dan terlindungi dari dampak paparan abu vulkanis.
Pengawasan Ketat dan Standar Mutu Air Minum
PAM Jaya menyatakan telah mengoptimalkan pengawasan secara berkala dan menyeluruh. Langkah pengendalian mutu ini dilakukan mulai dari pemantauan sumber air baku, instalasi proses pengolahan, hingga jaringan transmisi pendistribusian menuju permukiman warga demi memastikan kontinuitas layanan tetap terjaga.
Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Air yang dialirkan ke pelanggan dipastikan telah memenuhi standar kelayakan air minum sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023. Pemeriksaan berkala terhadap parameter kualitas air terus berjalan untuk memastikan seluruh indikator tetap memenuhi batas aman yang ditetapkan regulasi kesehatan.
Selain proses penyaringan di fasilitas instalasi, sistem distribusi perpipaan tertutup menjadi faktor penting yang melindungi air dari kontaminasi partikel debu dan paparan lingkungan terbuka selama perjalanan menuju rumah warga. Pengujian sampel kualitas air juga tetap dilakukan selama proses distribusi hingga tiba di titik akhir sambungan pelanggan.
Mentan Amran Raih Kinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih Dua Tahun Berturut-turut

Imbauan Kebersihan dan Penggunaan Air Bijak
Guna mengantisipasi risiko kontaminasi lokal di lingkungan tempat tinggal, BUMD DKI Jakarta ini mengimbau para pelanggan untuk menjaga kebersihan sarana penyimpanan air mandiri. Wadah penampungan seperti toren atau bak serta area keran air diminta selalu dalam kondisi tertutup dan bersih.
Di samping menjaga kebersihan fasilitas penampungan, masyarakat juga diingatkan untuk tetap bijak dan proporsional dalam memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan harian selama sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau masih berlangsung di kawasan ibu kota.






