Ketegangan diplomatik antara Moskow dan Berlin kembali memuncak setelah Pemerintah Rusia memutuskan untuk menutup Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg pada Senin (7/9/2026). Langkah pembalasan ini diambil menyusul tudingan keterlibatan Moskow dalam upaya serangan drone di Bandara Leipzig, Jerman, pada awal Agustus lalu.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa operasional konsulat Jerman di St. Petersburg harus dihentikan sepenuhnya paling lambat 18 September mendatang. Selain menutup kantor perwakilan diplomatik tersebut, Moskow juga memerintahkan penghentian seluruh kegiatan cabang Goethe-Institut, lembaga kebudayaan dan bahasa yang didanai Pemerintah Jerman, di seluruh wilayah Rusia.
Kebijakan ini menjadi respons langsung Moskow atas tindakan Pemerintah Jerman sebelumnya yang telah menutup konsulat Rusia di Bonn serta pusat kebudayaan Rusia di Berlin. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Jerman telah memprovokasi eskalasi baru dalam hubungan bilateral kedua negara dan harus memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi diplomatik yang terjadi.
Sekda Cilacap Alokasikan THR untuk Kasat Reskrim & Kasi Kejari

Perselisihan kedua negara berakar dari temuan drone bermuatan bahan peledak di dekat sebuah pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig pada 4 Agustus lalu. Muatan peledak tersebut gagal meledak akibat kerusakan pada sistem detonator. Bandara Leipzig sendiri memegang peranan krusial sebagai simpul logistik dan jalur distribusi utama pengiriman barang ke dan dari Ukraina di tengah situasi perang.
Pekan lalu, otoritas Jerman menuduh Rusia mendalangi rencana penyerangan tersebut. Berdasarkan penyelidikan, pihak berwenang Jerman telah mengidentifikasi dua tersangka yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan Pemerintah Rusia serta menduga adanya keterlibatan tiga drone dalam insiden itu. Uni Eropa turut memperkuat tudingan Berlin dengan menyebut insiden di Leipzig mengindikasikan adanya aksi terorisme yang didukung oleh negara.
Bupati Sudewo Bantah Sogok Gus Miftah Rp15 M untuk Amankan Kasus

Sebaliknya, Kremlin membantah keras tuduhan sabotase tersebut. Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh otoritas Berlin sengaja merekayasa barang bukti demi menyeret Moskow ke dalam insiden di Leipzig. Menanggapi eskalasi yang kian memanas, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Minggu (6/9) bahkan menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan Jerman secara efektif sama dengan sebuah deklarasi perang.






