Pencarian hari ketiga terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau belum membuahkan hasil. Hingga penyisiran mencapai batas mulut Samudra Hindia di perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan belum menemukan tanda maupun objek dari para korban yang dicari.
Dalam laporan langsung dari atas kapal Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), KN 247 Tetuka bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal SAR ini dinakhodai oleh Septa Arif Robadi dan didampingi Kasubdit Patroli Airud Polda Banten, AKBP Lis Handaya. Selain membawa personel gabungan dari Basarnas, Bakamla, Polairud Polda Banten, dan Ditjen Hubla, kapal juga mengikutsertakan Lintang, adik kandung dari jurnalis merdeka.com Arie Basuki yang berada di rombongan korban.
Viral Warga Kecewa dan Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Minta Maaf

Setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam, KN Tetuka tiba di sisi timur Pulau Rakata Besar sekitar pukul 10.30 WIB. Di tengah proses penyisiran, aktivitas vulkanik Anak Krakatau terpantau masih berlangsung. Pos pengamatan gunung api melaporkan adanya erupsi pada pukul 09.10 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi sekitar 17 detik, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati. Dari jarak sekitar 3 mil laut, lelehan lahar panas terlihat masih menuruni lereng Anak Krakatau.
Dari kawasan Rakata Besar, kapal diarahkan menyisir perairan menuju mulut Samudra Hindia dan tiba di titik pembalikan sekitar pukul 13.20 WIB. Batas wilayah pencarian tersebut berjarak 30 mil laut atau setara 54 kilometer dari Rakata Besar. Meski kondisi perairan tergolong normal dengan tinggi ombak berkisar 1,5 hingga 2 meter, sapuan pandang tim SAR di rute tersebut belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan speedboat Arupadhatu.
Penampakan Uang Rp 1 Triliun Sitaan Kejagung dari Kasus Korupsi Hutan Lampung

Operasi pencarian KN SAR Tetuka di lintasan Rakata Besar menuju Samudra Hindia terus dilanjutkan secara bolak-balik menggunakan teknik pencarian creeping line. Sektor ini menjadi bagian dari pergerakan enam armada laut yang dikerahkan secara serentak pada hari ketiga, meliputi KRI Lepu, KN SAR Basudewa, KP Sanjaya, RIP 02 Banten, KAL Pohawang, dan KN SAR Tetuka.






