Berita Viral Terkini

Lompatan Kakao Indonesia Menembus Pasar Premium Global

Wahyu SuryaniPublished 25 Jul 2026 - 13.302 Reads
Bagikan WhatsAppX
Lompatan Kakao Indonesia Menembus Pasar Premium Global
Ilustrasi Ekonomi. Foto: CNN Indonesia - Ekonomi.
A-A+

Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton atau penyedia bahan baku mentah dalam rantai pasok cokelat dunia. Melalui ajang The 9th Indonesia International Cocoa Conference (IICC) di Yogyakarta, arah baru industri ini kian dipertegas. Pemerintah kini membidik posisi yang lebih prestisius, yakni menjadikan Nusantara sebagai pusat global bagi produk kakao dan cokelat premium yang berkelanjutan. Langkah ini menuntut sinergi erat dari hulu ke hilir, mulai dari petani di pelosok desa hingga para diplomat dagang di kancah internasional.

Optimisme ini bukan tanpa dasar yang kuat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kinerja ekspor kakao Indonesia menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Pada tahun 2025, nilai ekspor komoditas ini menembus angka 3,60 miliar dolar AS, melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan pencapaian tahun 2021 yang hanya sebesar 1,2 miliar dolar AS. Kenaikan drastis ini mencerminkan tingginya minat pasar global terhadap produk kakao tanah air, terutama setelah Organisasi Kakao Internasional (ICCO) mengakui Indonesia sebagai salah satu produsen utama kakao mulia (fine flavour cocoa) yang mengisi segmen premium.

Also Read

Menteri Pertanian Siapkan Nama Calon Wakil Menteri Baru Pendampingnya

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa untuk mengamankan posisi ini, Indonesia harus memaksimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional. Saat ini, Indonesia telah menjalankan 25 perjanjian dagang aktif, dengan dua lainnya dalam proses ratifikasi dan 11 perjanjian dalam tahap perundingan. Beberapa yang krusial termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang menanti penandatanganan, serta negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. Strategi ini diperkuat oleh peran 46 perwakilan dagang Indonesia di 33 negara yang bertugas aktif mencari peluang pasar dan memfasilitasi pertemuan bisnis bagi para eksportir lokal.

Pergeseran tren global turut membuka celah lebar bagi industri dalam negeri. Vice President & Managing Director Cargill untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Kashan Rashid, menyoroti adanya peningkatan minat konsumen dunia terhadap aspek keaslian, pasokan lokal, keberlanjutan, serta eksplorasi rasa baru. Menurutnya, dinamika ini menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengolahan dan inovasi kakao, tidak hanya di tingkat regional Asia tetapi juga di panggung dunia.

Also Read

Ketegangan Jalur Pelayaran Global Menjaga Harga Minyak di Dekat Level Seratus Dolar

Transformasi Indonesia dari sekadar penanam biji kakao menjadi pelaku industri pengolahan yang bernilai tambah tinggi juga mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif ICCO, Michel Arrion. Ia menilai pergeseran peran ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi industri cokelat. Menurutnya, potensi keuntungan yang akan diraup Indonesia akan semakin berlipat ganda seiring dengan konsistensi peningkatan produksi biji kakao di masa mendatang, yang pada akhirnya akan memperkuat kesejahteraan ratusan ribu keluarga petani di pedesaan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca