Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan Lampung Financial Festival 2026 pada 5–6 September 2026. Perhelatan edukasi keuangan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat setempat mengenai pengelolaan finansial serta peran penjaminan simpanan perbankan.
Langkah edukasi tersebut diambil menyusul hasil pemetaan LPS yang menunjukkan tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung masih tertinggal dibandingkan angka nasional. Pendaftaran untuk menghadiri festival ini telah dibuka sejak Selasa, 18 Agustus 2026.
Literasi Penjaminan di Lampung Masih Tertinggal
Berdasarkan data LPS, tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakat di Lampung baru mencapai sekitar 58,5 persen. Angka ini berada di bawah rata-rata nasional yang mencatat tingkat pengetahuan masyarakat tentang adanya jaminan simpanan sebesar 62,5 persen hingga 62,6 persen.
Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

Secara nasional, meski sebagian besar masyarakat mengetahui simpanan bank dijamin, pemahaman mengenai lembaga yang menjalankan penjaminan tersebut masih terbatas. Survei mencatat baru sekitar 46,3 persen publik yang mengenali LPS sebagai lembaga penjamin simpanan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat LPS tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, yang memegang mandat mendorong literasi serta inklusi keuangan. Terlebih, terdapat lebih dari 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang saat ini tercatat belum memiliki rekening simpanan di bank.
Target Peserta dan Rencana Evaluasi Program
Lampung Financial Festival 2026 dirancang memadukan sesi edukasi dan hiburan, mencakup diskusi bisnis, kelas edukasi, komedi tunggal, hingga konser musik. Pada perhelatan kali ini, LPS menargetkan kehadiran sekitar 8.500 pengunjung.
Hari Pelanggan Nasional, Mega Syariah Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis

Festival keuangan ini merupakan agenda tahunan LPS yang digelar dua kali dalam setahun. Sebelum singgah di Lampung, rangkaian acara serupa telah dilaksanakan di Surabaya, Medan, dan Yogyakarta, di mana gelaran di Yogyakarta berhasil menjaring lebih dari 10.000 pengunjung.
Melalui kegiatan ini, LPS menargetkan peningkatan tingkat literasi keuangan masyarakat Lampung agar mampu melampaui rata-rata nasional. Untuk menguji efektivitas program, LPS berencana menggandeng lembaga independen guna menggelar survei pasca-acara terhadap responden di Lampung. Ke depan, materi sosialisasi LPS juga akan diperluas mencakup rencana implementasi program penjaminan polis asuransi.






