Berita Viral Terkini

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Setelah Menegur Aksi Vandalisme

Marthen PalutunganPublished 26 Jul 2026 - 05.350 Reads
Bagikan WhatsAppX
Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Setelah Menegur Aksi Vandalisme
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Menjaga keamanan sebuah objek vital negara bukanlah tugas yang ringan, bahkan terkadang harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Tragedi memilukan ini menimpa Sumarna, seorang petugas keamanan berusia 40 tahun di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dedikasinya dalam menjaga ketertiban kawasan waduk justru berakhir tragis ketika jasadnya ditemukan mengapung dengan kondisi kedua tangan terborgol di area Tanggul Ubrug. Kematian Sumarna kini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai motif di balik peristiwa keji tersebut.

Sebelum ditemukan tidak bernyawa, Sumarna diketahui sempat menjalankan tugasnya dengan tegas. Ia menegur sekelompok pemuda yang berniat melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di area waduk pada Selasa malam. Langkah penertiban yang diambil Sumarna sebenarnya adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi kewajibannya untuk melindungi keindahan serta integritas fisik objek vital tersebut. Namun, tindakan tegas ini diduga memicu dendam dari kelompok pemuda tersebut, yang menurut keterangan warga sekitar, sempat kembali lagi ke lokasi satu hari setelah ditegur.

Also Read

Perselisihan di Bundaran HI Berakhir Damai tetapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kecurigaan mulai muncul ketika Sumarna yang sedang bertugas piket malam tiba-tiba hilang kontak sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Rekan-rekan seprofesinya yang merasa khawatir kemudian berinisiatif melakukan pencarian di sekitar area waduk. Pencarian tersebut berakhir pilu pada siang harinya, sekitar pukul 11.00 WIB, ketika jasad Sumarna ditemukan mengapung di tepian danau. Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam dinas satpam lengkap, namun dengan kondisi kedua pergelangan tangan terikat erat oleh borgol.

Pihak kepolisian dari Polres Purwakarta langsung bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwanta, menjelaskan bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk mengungkap kaitan antara perselisihan terkait aksi vandalisme dengan kematian korban. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti milik korban yang ditemukan di lokasi, termasuk sepeda motor operasional dan alat komunikasi HT (handy talky), sementara telepon genggam korban masih dalam proses pencarian. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan guna menyusun kronologi kejadian secara lebih jelas.

Also Read

Langkah Terpadu Pemerintah Urai Kemacetan Akibat Truk Kontainer di Cakung-Cilincing

Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam dari warga sekitar Waduk Jatiluhur. Warta, salah seorang warga setempat, membenarkan bahwa Sumarna hanya menjalankan tugasnya untuk melarang aksi corat-coret yang merusak keindahan waduk. Kasus ini menjadi pengingat pahit mengenai risiko nyata yang dihadapi oleh para petugas keamanan di lapangan saat berhadapan dengan tindakan kriminalitas. Masyarakat berharap kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan mengungkap kebenaran di balik kematian tragis penjaga Waduk Jatiluhur ini.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca