Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Negara Eropa Ramai-Ramai Bawa Emas Keluar dari AS, Ada Apa?

Rimba NainggolanDiterbitkan 6 Sep 2026 - 00.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Negara Eropa Ramai-Ramai Bawa Emas Keluar dari AS, Ada Apa?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sejumlah bank sentral di Eropa mulai memindahkan cadangan emas batangan mereka keluar dari Amerika Utara, khususnya Amerika Serikat. Langkah penarikan dan pemindahan aset lindung nilai ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi krisis geopolitik global serta kebutuhan negara-negara tersebut untuk memperkuat ketahanan finansial dalam menghadapi skenario krisis terburuk.

Salah satu langkah nyata diambil oleh bank sentral Belanda. Otoritas moneter Negeri Kincir Angin tersebut memutuskan untuk memindahkan sebanyak 86 ton emas dari total 313 ton cadangan yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat dan Kanada menuju London, Inggris.

Gubernur bank sentral Belanda, Olaf Sleijpen, menjelaskan bahwa langkah relokasi ini murni diambil demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi guncangan ekonomi parah. Pihaknya memperkirakan tidak akan pernah perlu menggunakannya, namun perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan lembaga dalam situasi genting.

Baca Juga

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Langkah Belanda menyusul keputusan serupa yang telah dilakukan oleh Perancis pada awal tahun ini, di mana otoritas moneter negara tersebut memulangkan cadangan emasnya dari Amerika Serikat langsung ke dalam negeri.

Perubahan Strategi dari Era Perang Dingin

Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan strategi moneter masa lalu. Analis riset dari Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, mencatat bahwa pada masa Perang Dingin, sejumlah bank sentral Eropa justru sengaja menempatkan sebagian besar cadangan emas mereka di New York untuk mencari perlindungan geografis dari potensi konflik di daratan Eropa.

Namun, pergeseran dinamika keamanan dan kebutuhan penguasaan aset secara langsung mendorong tren repatriasi. Jerman sebelumnya telah memelopori langkah serupa secara bertahap hingga 2016 dengan memindahkan lebih dari 216 ton emas, mencakup 111 ton dari New York dan 105 ton dari Paris.

Baca Juga

Heboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang Keroknya

Heboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang Keroknya

Faktor Likuiditas dan Pasar London

Penetapan London sebagai tujuan pemindahan cadangan emas Belanda bukan tanpa alasan. Ibu kota Inggris tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan emas utama dunia. Memiliki cadangan yang terkonsentrasi di London memudahkan bank sentral untuk menjual atau membeli emas secara cepat dan likuid saat krisis melanda.

Di sisi lain, Ahli Strategi Pasar Senior World Gold Council Joseph Cavatoni menilai pemicu di balik keputusan negara-negara Eropa ini tidak semata-mata didorong oleh perang atau ketegangan perdagangan internasional. Faktor makroekonomi seperti laju inflasi, pergerakan suku bunga, serta jaminan ketersediaan likuiditas emas di pasar yang aktif turut menjadi pertimbangan utama perbankan sentral dalam mengelola lokasi penyimpanan aset mereka.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

geopolitikEropa

Berita Terbaru Lainnya

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai RupiahHeboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang KeroknyaKonservasi Mangrove Simanja Pulihkan Ekosistem PesisirSapi Angus Pecahkan Rekor Penjualan Rp 7,4 Miliar di AustraliaTrump Punya Sumber Duit Tak Berseri, Jadi Modal Maju Pilpres LagiPorter di Pelabuhan Ambon Terjatuh Saat Berebut Masuk KapalKronologi Kecelakaan Maut di Kembangan Jakbar, Dipicu Mobil ListrikAHY, Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap