Seorang perempuan lanjut usia bernama Sutiyem (90) meninggal dunia setelah tertimpa bangunan rumahnya yang ambruk di Dukuh Dimoro, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (14/9) sekitar pukul 13.00 WIB.
Bangunan rumah yang dihuni korban diketahui sudah dalam kondisi sangat lapuk dan reyot. Rumah berdinding anyaman bambu (gedhek) yang berdiri di atas tanah pinjaman tersebut runtuh bukan karena terpaan angin kencang, melainkan murni akibat kondisi struktur kayu dan bambu yang sudah terlampau tua sehingga tidak lagi mampu menopang atap.
Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil Hari Ini

Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa bersama warga dan keluarga korban sebelumnya telah berulang kali membujuk Sutiyem agar mau berpindah tempat tinggal. Korban diminta untuk tinggal bersama anak maupun cucunya demi keselamatan dan kenyamanan di masa tuanya.
Lintasarta Kenalkan Bandwidth on Demand untuk Infrastruktur Digital Bank

Kendati demikian, Sutiyem tetap bergeming dan memilih bertahan di rumah lamanya. Padahal, korban memiliki anggota keluarga yang mapan, termasuk cucu yang bekerja di Jepang serta cucu lainnya yang menjadi pengusaha di Jakarta. Namun, korban bersikukuh untuk tidak dipindahkan hingga akhirnya insiden robohnya rumah tersebut merenggut nyawanya.






