Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda telah berjalan selama sepekan. Rombongan yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut belum ditemukan sejak komunikasi terputus total pada Senin (7/9) pukul 15.04 WIB.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), titik koordinat dan kontak terakhir dari rombongan tersebut terdeteksi berada di kawasan Pulau Sebesi pada hari hilangnya kontak. Menanggapi situasi itu, tim SAR gabungan memperluas penyisiran untuk melacak keberadaan delapan orang yang berada di kapal tersebut.
Perluasan Area dan Fokus Penyisiran di Sektor X
Pada operasi hari ketujuh, Senin (14/9), tim SAR gabungan mengerahkan 18 armada laut dan satu unit helikopter HR-3604 milik Basarnas. Luas wilayah pencarian mencapai total 6.649 mil laut persegi yang terbagi ke dalam enam sektor operasi, yakni sektor X, Z, V, W, U, dan Y.
Polri Identifikasi 2 Jenazah Korban KM Virgo, 1 Diserahkan ke Keluarga

Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwiyanto, menjelaskan bahwa pergerakan armada dipusatkan di sektor X dengan penempatan 11 kapal laut. Pemusatan di sektor seluas 831 mil laut persegi ini dilakukan menyusul sejumlah temuan di area perairan tersebut sejak hari ketiga operasi.
Selain operasi perairan, tim SAR merencanakan penyisiran darat di sepanjang garis pantai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyar. Pemeriksaan wilayah daratan juga menyasar pulau-pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, meliputi Pulau Sertung, Rakata Besar, dan Pulau Panjang.
Temuan Benda dan Hambatan Cuaca Ekstrem
Pada pencarian hari keenam, Minggu (13/9), tim menemukan beberapa barang mengapung berupa dua lembar terpal, tiga jaket berwarna oranye, dan satu jeriken atau galon air. Namun, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa setelah diperiksa di Pos SAR gabungan Carita, seluruh barang temuan tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan korban yang hilang.
Polisi Cocokkan DNA Mayat Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang Kontak

Proses evakuasi dan pemantauan juga menghadapi sejumlah hambatan teknis akibat faktor alam. Kepulan asap vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terkonsentrasi di bawah ketinggian 1.500 meter sempat menghalangi pemantauan udara secara maksimal. Selain itu, sebaran kabut tebal di perairan membatasi jarak pandang personel kapal hingga hanya tersisa sekitar satu mil laut.
Operasi SAR Resmi Diperpanjang Tiga Hari
Menyusul evaluasi operasi pada hari ketujuh yang belum membuahkan hasil, otoritas SAR memutuskan untuk memperpanjang durasi pencarian. Al Amrad menyampaikan bahwa keputusan perpanjangan selama tiga hari ke depan diambil berdasarkan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah guna memaksimalkan pelacakan terhadap kedelapan orang yang belum ditemukan.






