Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait antrean kendaraan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di sejumlah SPBU di Makassar yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini. Bahlil menegaskan sekaligus membantah anggapan bahwa antrean tersebut dipicu oleh adanya kelangkaan BBM bersubsidi.
Menurut Bahlil, ketahanan pasokan dan cadangan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman serta berada di atas standar minimum nasional, yaitu mencukupi kebutuhan sekitar 20 hari. Ia menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi akibat adanya fenomena peralihan atau shifting konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi karena adanya perbedaan harga yang cukup tinggi di antara kedua jenis bahan bakar tersebut.
Sebelum Dicopot, Purbaya Sempat Soroti Perusahaan Asing yang Sepelekan Aturan RI

Modifikasi Tangki dan Indikasi Antrean Direkayasa
Selain faktor pergeseran konsumsi masyarakat, Bahlil mengungkapkan bahwa kepadatan antrean di SPBU Makassar semakin diperparah oleh adanya dugaan kendaraan yang dimodifikasi tangkinya untuk mengisi BBM subsidi dalam jumlah besar. Pihaknya menemukan indikasi kendaraan seperti mobil Pajero dan truk yang memodifikasi tangki bahan bakar hingga berkapasitas 700 liter sampai 1 ton.
Lebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan adanya indikasi antrean kendaraan yang sengaja direkayasa di lapangan. Indikasi tersebut terlihat dari sebagian pengendara mobil maupun sepeda motor yang tangki bensinnya belum kosong namun sengaja ikut mengantre di SPBU, dengan pembelian bahan bakar yang tercatat hanya sekitar 10 liter, 15 liter, hingga 20 liter.
Polisi Cocokkan DNA Mayat Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang Kontak

Penjelasan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Sesi Talkshow Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta pada hari Senin. Menanggapi temuan praktik kecurangan dan modifikasi tangki kendaraan tersebut, Menteri ESDM meminta bantuan serta dukungan penuh dari pihak Kepolisian untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini secara tegas.






