Bagaimana cara terbaik bagi masyarakat untuk memanfaatkan aliran sungai besar sekaligus melindungi diri dari potensi bencana yang menyertainya? Pertanyaan ini sangat relevan bagi penduduk yang bermukim di sepanjang Sungai Barito, sebuah bentang alam luas yang membelah daratan Kalimantan. Sungai ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas geografis, tetapi juga memegang peran sentral dalam kehidupan harian warga. Menjawab tantangan tersebut memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.
Bagi komunitas yang tinggal di sepanjang alirannya, Sungai Barito adalah urat nadi yang menggerakkan roda ekonomi dan sosial. Sungai ini menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai daerah, sumber mata pencaharian, tempat mencari ikan, serta penyedia air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, sungai ini telah melebur menjadi bagian erat dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu wujud nyata dari interaksi budaya dan ekonomi ini dapat dilihat pada aktivitas Pasar Terapung di








