Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki babak baru pada hari ketiga. Personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) menemukan sejumlah alat keselamatan di laut, namun hasil verifikasi memastikan perlengkapan tersebut bukan milik kapal Arupadhatu 1 yang tengah dicari.
Temuan tersebut berupa satu pelampung oranye (life jacket) dan satu pelampung tabung putih (buoy). Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menjelaskan bahwa kedua benda itu ditemukan terapung di sisi barat perairan Anyer, berjarak sekitar 7,5 mil laut (nautical mile) dari titik terakhir kapal rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kendati ditemukan di sekitar jalur pencarian, pihak kepolisian menegaskan bahwa benda-benda tersebut tidak terkait dengan kapal yang membawa para pewarta. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan, berdasarkan hasil proses identifikasi mendalam, pelampung oranye maupun buoy putih itu bukan merupakan inventaris keselamatan dari kapal Arupadhatu 1.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim SAR gabungan meminta keterangan langsung dari pemilik kapal, Sandi Wiyasa. Petugas melakukan pencocokan fisik dengan memeriksa perlengkapan keselamatan yang ada pada kapal Arupadhatu 2, armada lain yang juga dimiliki oleh Sandi.
Selain pengecekan silang armada, tim SAR memeriksa dokumentasi visual para penumpang sebelum dinyatakan hilang. Petugas mencocokkan jenis dan bentuk pelampung temuan dengan pelampung yang dikenakan oleh para jurnalis dalam tayangan video yang beredar. Hasil analisis visual memperlihatkan tidak ada kemiripan antara barang yang dievakuasi TNI AL dengan perlengkapan yang digunakan korban.
Jejaring Rakyat Miskin Minta Negara Setop Bagi-bagi Tanah ke Individu

Dengan tidak terbuktinya kaitan temuan tersebut, tim SAR gabungan bersama unsur TNI AL dan kepolisian terus melanjutkan penyisiran di wilayah perairan Banten dan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan seluruh jurnalis serta awak kapal Arupadhatu 1.






