Pemerintah Indonesia mengambil langkah baru untuk mengembalikan posisi koperasi sebagai arus utama dalam perekonomian nasional. Melalui Kementerian Koperasi, negara menyiapkan instrumen khusus yang diberi nama program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah strategis ini dipersiapkan guna memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus memotong mata rantai distribusi barang kebutuhan pokok serta penyaluran subsidi. Selama ini, jalur distribusi kedua komponen penting tersebut dinilai terlalu panjang, sehingga penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menata ulang alur pasokan barang kebutuhan masyarakat.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa penataan ulang tersebut merupakan bagian dari upaya negara untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen utama pembangunan. Penjelasan mengenai arah kebijakan ini disampaikan langsung oleh Ferry saat menjadi pembicara dalam acara SAJID Friday Morning Talk. Forum diskusi yang dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media tersebut diselenggarakan oleh Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) dan berlangsung di AQL Islamic Center, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, diskusi dipandu secara langsung oleh Ketua Umum SAJID, Bachtiar Nasir.
Dalam pemaparannya, Ferry mengingatkan kembali bahwa eksistensi koperasi memiliki pijakan sejarah yang sangat kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Gagasan mengenai sistem ekonomi ini awal mulanya diperkenalkan oleh tokoh pergerakan HOS Tjokroaminoto. Pemikiran tersebut kemudian dipelajari dan dikembangkan lebih mendalam oleh Mohammad Hatta setelah mengamati langsung praktik perkoperasian di daratan Eropa. Selain faktor sejarah, nilai-nilai fundamental yang melekat pada koperasi seperti gotong royong, persamaan, dan kekeluargaan dinilai sangat selaras dengan kepribadian masyarakat Indonesia serta ajaran Islam. Kesesuaian filosofis inilah yang membuat koperasi secara resmi ditempatkan sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Desil 1 Jakarta Belum Tentu Sama dengan Desil 1 Papua, Ini Penjelasan BPS

Pada masa lampau, peran strategis koperasi sempat diwujudkan secara nyata dalam perencanaan pembangunan negara. Ferry memaparkan bahwa pada era Dewan Perancang Nasional, koperasi telah diposisikan sebagai elemen krusial dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Konsep yang diterapkan saat itu dikenal sebagai democratic rural development atau pembangunan desa yang demokratis. Bukti keberhasilan konsep ini terlihat hingga dekade 1980-an, di mana lembaga koperasi mampu berkembang pesat di berbagai sektor strategis dan tidak hanya terbatas pada aktivitas usaha simpan pinjam semata.
Selama periode kejayaan tersebut, Koperasi Unit Desa (KUD) memegang peranan vital dalam mengelola berbagai sektor riil, mulai dari peternakan, pertanian, perkebunan, hingga mendistribusikan hasil panen masyarakat. Tidak hanya di sektor agraris, kekuatan ekonomi koperasi juga pernah memiliki basis industri yang solid melalui kehadiran Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Bahkan, kemandirian di sektor finansial juga berhasil dibangun oleh gerakan koperasi dengan mendirikan lembaga keuangan perbankan sendiri, yaitu Bank Umum Koperasi Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Bukopin.
Pertalite Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Pertamax Bagaimana?

Namun, perjalanan panjang tersebut mengalami kemunduran setelah terjadinya krisis ekonomi pada akhir era 1990-an. Menurut evaluasi Ferry, pelemahan peran koperasi sangat dipengaruhi oleh lahirnya serangkaian kebijakan yang berakar dari kesepakatan Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Kesepakatan tersebut mendorong pengurangan peran negara secara nyata dalam mengatur jalannya perekonomian nasional, sekaligus membuat mekanisme pasar bekerja secara jauh lebih dominan. Ferry menegaskan bahwa situasi tersebut berdampak langsung pada struktur pasar, di mana pelaku ekonomi besar tumbuh semakin kuat, sementara koperasi bersama pelaku usaha kecil justru semakin tertinggal.






