Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Jadikan Koperasi Desa Instrumen Pemangkas Rantai Distribusi Pangan dan Subsidi

Uria KilaDiterbitkan 28 Jul 2026 - 05.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Jadikan Koperasi Desa Instrumen Pemangkas Rantai Distribusi Pangan dan Subsidi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Indonesia mengambil langkah baru untuk mengembalikan posisi koperasi sebagai arus utama dalam perekonomian nasional. Melalui Kementerian Koperasi, negara menyiapkan instrumen khusus yang diberi nama program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah strategis ini dipersiapkan guna memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus memotong mata rantai distribusi barang kebutuhan pokok serta penyaluran subsidi. Selama ini, jalur distribusi kedua komponen penting tersebut dinilai terlalu panjang, sehingga penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menata ulang alur pasokan barang kebutuhan masyarakat.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa penataan ulang tersebut merupakan bagian dari upaya negara untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen utama pembangunan. Penjelasan mengenai arah kebijakan ini disampaikan langsung oleh Ferry saat menjadi pembicara dalam acara SAJID Friday Morning Talk. Forum diskusi yang dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media tersebut diselenggarakan oleh Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) dan berlangsung di AQL Islamic Center, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, diskusi dipandu secara langsung oleh Ketua Umum SAJID, Bachtiar Nasir.

Dalam pemaparannya, Ferry mengingatkan kembali bahwa eksistensi koperasi memiliki pijakan sejarah yang sangat kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Gagasan mengenai sistem ekonomi ini awal mulanya diperkenalkan oleh tokoh pergerakan HOS Tjokroaminoto. Pemikiran tersebut kemudian dipelajari dan dikembangkan lebih mendalam oleh Mohammad Hatta setelah mengamati langsung praktik perkoperasian di daratan Eropa. Selain faktor sejarah, nilai-nilai fundamental yang melekat pada koperasi seperti gotong royong, persamaan, dan kekeluargaan dinilai sangat selaras dengan kepribadian masyarakat Indonesia serta ajaran Islam. Kesesuaian filosofis inilah yang membuat koperasi secara resmi ditempatkan sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Pada masa lampau, peran strategis koperasi sempat diwujudkan secara nyata dalam perencanaan pembangunan negara. Ferry memaparkan bahwa pada era Dewan Perancang Nasional, koperasi telah diposisikan sebagai elemen krusial dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Konsep yang diterapkan saat itu dikenal sebagai democratic rural development atau pembangunan desa yang demokratis. Bukti keberhasilan konsep ini terlihat hingga dekade 1980-an, di mana lembaga koperasi mampu berkembang pesat di berbagai sektor strategis dan tidak hanya terbatas pada aktivitas usaha simpan pinjam semata.

Selama periode kejayaan tersebut, Koperasi Unit Desa (KUD) memegang peranan vital dalam mengelola berbagai sektor riil, mulai dari peternakan, pertanian, perkebunan, hingga mendistribusikan hasil panen masyarakat. Tidak hanya di sektor agraris, kekuatan ekonomi koperasi juga pernah memiliki basis industri yang solid melalui kehadiran Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Bahkan, kemandirian di sektor finansial juga berhasil dibangun oleh gerakan koperasi dengan mendirikan lembaga keuangan perbankan sendiri, yaitu Bank Umum Koperasi Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Bukopin.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Namun, perjalanan panjang tersebut mengalami kemunduran setelah terjadinya krisis ekonomi pada akhir era 1990-an. Menurut evaluasi Ferry, pelemahan peran koperasi sangat dipengaruhi oleh lahirnya serangkaian kebijakan yang berakar dari kesepakatan Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Kesepakatan tersebut mendorong pengurangan peran negara secara nyata dalam mengatur jalannya perekonomian nasional, sekaligus membuat mekanisme pasar bekerja secara jauh lebih dominan. Ferry menegaskan bahwa situasi tersebut berdampak langsung pada struktur pasar, di mana pelaku ekonomi besar tumbuh semakin kuat, sementara koperasi bersama pelaku usaha kecil justru semakin tertinggal.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

koperasiekonomi rakyatDistribusi PanganKDKMPKementerian Koperasi

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap