Pemerintah Indonesia memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan dukungan armada udara internasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyewa pesawat pemadam khusus dari Rusia yang dijadwalkan tiba di Sumatera Selatan pada pekan ini, melengkapi bantuan armada pesawat yang telah diterima dari Jepang.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa penanganan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga kini masih terus berjalan secara intensif. Terkait armada udara internasional, bantuan pesawat dari Jepang sebelumnya juga telah dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sempat Padam, Kebakaran Kontrakan-Bedeng di Denpasar Kembali Nyala

Dalam operasi penanggulangan terpadu, pemerintah sejauh ini telah menyiagakan sebanyak 53 unit Satuan Tugas (Satgas) udara. Puluhan armada udara tersebut memegang peran krusial dalam menjalankan patroli pemantauan titik api, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pengeboman air (water bombing) langsung di zona-zona kebakaran yang sulit ditembus jalur darat.
Kendala Ketersediaan Sumber Air
Meski pengerahan armada diperluas, petugas di lapangan menghadapi hambatan signifikan, terutama keterbatasan pasokan air di sekitar titik api. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman cepat dari darat maupun pengisian ulang air untuk operasi udara.
Perbedaan Sesar Cugenang dan Sesar Cimandiri, Karakteristik, Jalur, dan Risiko Gempa di Jawa Barat

Raja Juli mencontohkan proses pemadaman karhutla yang terjadi di pinggir ruas jalan tol di Sumatera Selatan. Petugas pemadam sempat mengalami kendala teknis karena hanya terdapat satu sumber air yang dapat diakses, sementara sebaran api terus meluas menjauhi titik pasokan tersebut. Kehadiran tambahan pesawat berkapasitas besar diharapkan dapat menekan laju kebakaran di wilayah-wilayah rawan.






