Sebanyak 18 kali getaran gempa bumi dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Jawa Barat sepanjang Agustus 2026. Data BMKG Stasiun Geofisika Bandung menunjukkan total 195 peristiwa gempa bumi dan 210 kejadian sambaran petir mengguncang provinsi tersebut dan sekitarnya selama periode satu bulan.
Aktivitas seismik di Jawa Barat didominasi oleh gempa bumi dangkal akibat pergerakan sesar aktif serta aktivitas subduksi lempeng. Dari keseluruhan kejadian, 176 gempa berada pada kedalaman dangkal di bawah 60 kilometer. Sementara itu, 19 gempa tercatat berkedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer, dan tidak ditemukan gempa berkedalaman lebih dari 300 kilometer.
Berdasarkan sebaran titik pusat gempa (hiposenter), sebanyak 110 kejadian berpusat di darat, sedangkan 85 lainnya terjadi di laut. Kekuatan gempa yang terekam berkisar antara magnitudo M1,0 hingga M5,3.
Waspada Modus Penipuan Baru! Ngaku-Ngaku Jadi Petugas Dukcapil

Peristiwa seismik terbesar terjadi pada 5 Agustus 2026 pukul 21.55.41 WIB. Gempa berkekuatan M5,3 tersebut berpusat di laut pada jarak 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 8 kilometer.
Sebaran Sambaran Petir di Jawa Barat
Selain aktivitas tektonik, BMKG mendeteksi fluktuasi signifikan pada aktivitas petir di Jawa Barat. Dari total 210 sambaran petir selama Agustus 2026, frekuensi tertinggi terkonsentrasi pada pekan ketiga dengan 108 kejadian. Sebaliknya, pekan kedua Agustus mencatatkan nol kejadian sambaran petir.
KPAI Pastikan Anak-Anak yang Ditangkap saat Demo 27 Agustus Sudah Dipulangkan

Wilayah yang melaporkan intensitas sambaran petir tertinggi sepanjang bulan tersebut meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur.






