Pemerintah Kota Ambon di Provinsi Maluku secara resmi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi para pelajar dan mahasiswa. Acara yang ditujukan untuk memperkuat semangat kebangsaan ini dilaksanakan pada hari Kamis dan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Ambon. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut, khususnya bagi generasi penerus bangsa yang sedang menempuh pendidikan.
Kegiatan pembinaan kesadaran bela negara tersebut memiliki tujuan utama untuk membangun karakter positif di kalangan generasi muda. Pembangunan karakter ini sejalan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari program prioritas nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis dalam rangka menyongsong serta mempersiapkan visi besar Indonesia Emas pada tahun 2045. Melalui pembinaan karakter sejak dini, para pelajar dan mahasiswa diharapkan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan sebuah upaya penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan. Penguatan wawasan ini dinilai sangat krusial, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang melanda berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang masif menuntut adanya pemahaman kebangsaan yang kokoh agar generasi muda tidak mudah kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, Bodewin M Wattimena menekankan bahwa pemaknaan mengenai bela negara pada era modern saat ini telah mengalami pergeseran dan tidak lagi dimaknai hanya sebatas pertahanan secara fisik semata. Menurutnya, bela negara di masa kini lebih diwujudkan lewat sikap, perilaku, serta kontribusi nyata dalam rutinitas sehari-hari. Hal ini dapat diterapkan oleh para pelajar dan mahasiswa dengan cara menimba ilmu secara sungguh-sungguh dan terus berinovasi. Di sisi lain, tenaga pendidik atau guru juga dapat mewujudkan nilai tersebut dengan senantiasa memberikan keteladanan yang baik bagi anak didiknya.
Demi Persija vs Persib, The Jakmania Rela Datang dari Luar Jakarta

Kegiatan sosialisasi di Kota Ambon ini secara khusus mengusung tema bertajuk "Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045". Tema ini dipilih untuk merepresentasikan peran vital pemuda dalam menjaga kedaulatan negara dari sisi pemikiran dan kesadaran. Acara yang mengusung tema strategis tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Brigjen TNI Parhulutan Marpaung, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional di bawah naungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Ambon memberikan penekanan yang mendalam mengenai pentingnya generasi muda untuk memiliki kemampuan berpikir yang kritis serta tingkat literasi digital yang memadai. Generasi penerus bangsa dituntut untuk mampu membedakan dengan jelas antara fakta dan opini yang beredar di berbagai platform informasi. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat secara tegas menolak segala bentuk penyebaran hoaks, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, dan senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pemerintah Kota Ambon juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pembinaan dan pendidikan kesadaran bela negara. Langkah berkelanjutan ini diambil dengan tujuan utama untuk mencetak generasi muda yang memiliki integritas tinggi, berkarakter luhur, serta memiliki komitmen yang kuat terhadap kemajuan bangsa dan negara. Bodewin M Wattimena turut mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat keberagaman dan menjaga kebinekaan agar kedaulatan Indonesia tetap terjaga utuh.
Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Operasional KRL Sempat Dihentikan

Adapun peserta yang antusias mengikuti jalannya kegiatan sosialisasi kesadaran bela negara ini terdiri dari para siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta kalangan mahasiswa yang berdomisili di Kota Ambon. Keikutsertaan berbagai jenjang pendidikan ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang merata mengenai pentingnya kesadaran bela negara di kalangan kaum muda.
Dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini memiliki landasan hukum yang jelas dan mengacu pada konstitusi negara, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, kegiatan ini juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, serta berbagai kebijakan nasional lainnya yang secara khusus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.






