Pemerintah terus berupaya memulihkan ekosistem dan habitat satwa di Kalimantan melalui proyek penghijauan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga bulan Agustus 2026, Otorita IKN bersama dengan berbagai pihak terkait telah berhasil menanam lebih dari 5 juta pohon. Penanaman pohon tersebut dilakukan di atas lahan yang memiliki luas mencapai 8.947,55 hektare. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen nyata untuk mengembalikan fungsi hutan dan memperbaiki lingkungan di kawasan IKN.
Dalam pelaksanaannya, Otorita IKN menetapkan target yang ambisius untuk menjaga kelestarian lingkungan. Otorita IKN menargetkan agar 65 persen dari seluruh wilayah IKN dapat menjadi kawasan hijau. Target ini merupakan bagian penting dari penerapan konsep kota hutan (forest city) yang diusung dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Guna memastikan target persentase kawasan hijau ini dapat tercapai, kegiatan penanaman pohon diselenggarakan secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin yang diadakan setiap dua minggu sekali. Dalam setiap sesi kegiatan rutin tersebut, rata-rata ada sekitar 800 hingga 900 pohon yang berhasil ditanam.
Pemkab Jember Siap Urus Administrasi Peralihan PPPK ke PNS, Gus Fawait Apresiasi Prabowo

Keanekaragaman hayati menjadi fokus utama dalam pemilihan jenis tanaman yang ditanam di kawasan IKN. Berbagai jenis pohon khas lokal Kalimantan turut ditanam untuk mengembalikan karakteristik hutan hujan tropis. Beberapa jenis pohon lokal yang ditanam antara lain adalah pohon ulin, meranti, bengkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Selain menanam pohon kayu khas lokal tersebut, pihak pengelola juga menanam berbagai jenis pohon buah-buahan. Pohon buah yang ditanam meliputi rambutan, kesturi, mata kucing, dan langsat. Penanaman pohon buah ini diharapkan dapat berfungsi secara ekologis sebagai penyedia sumber pakan bagi satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.
Upaya pemulihan habitat ini mulai menunjukkan hasil yang positif bagi satwa liar di Kalimantan. Satwa khas seperti beruang madu dan lutung merah dilaporkan telah terlihat kembali di kawasan IKN. Kembalinya satwa-satwa ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan mulai pulih dan kembali ramah bagi satwa. Untuk mendukung pergerakan satwa liar tersebut, pembangunan koridor satwa juga tengah dilakukan. Koridor satwa ini dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan kawasan-kawasan hijau yang sempat terpisah. Dengan adanya koridor ini, satwa liar diharapkan dapat berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya dengan lebih aman tanpa terganggu oleh aktivitas manusia atau pembangunan di sekitarnya.
Cara Menerapkan Etika Parkir yang Benar untuk Mencegah Keributan

Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat juga menjadi kunci suksesnya gerakan penghijauan di IKN. Salah satu bentuk keterlibatan nyata masyarakat terlihat dalam kegiatan bertajuk "Merdeka Bersama Alam" yang diselenggarakan pada tanggal 15 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, tercatat lebih dari 2.000 orang turut berpartisipasi secara langsung dalam menanam pohon. Kegiatan ini berpusat di Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi DAS Sanggai, KIPP IKN. Melalui kegiatan "Merdeka Bersama Alam" ini, sebanyak 1.709 pohon yang terdiri dari 19 spesies berbeda berhasil ditanam untuk memperkaya ekosistem hijau di wilayah KIPP IKN.






