Dalam ajaran Islam, berdoa untuk memohon kemudahan sangat dianjurkan bagi setiap umat. Hal ini dikarenakan manusia senantiasa membutuhkan pertolongan serta bimbingan dari Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan yang mereka jalani. Doa agar berhasil mencapai keinginan merupakan bentuk permohonan yang dipanjatkan kepada Allah SWT guna meminta kemudahan, pertolongan, keberkahan, serta hasil terbaik dalam mencapai suatu tujuan atau harapan. Namun, dalam Islam, memanjatkan doa tidak boleh berdiri sendiri tanpa adanya tindakan nyata. Doa tersebut sebaiknya disertai dengan usaha atau ikhtiar yang sungguh-sungguh, kesabaran yang kuat, serta sikap tawakal kepada Allah SWT setelah melakukan upaya maksimal.
Bagi setiap muslim yang sedang berikhtiar untuk mewujudkan cita-citanya, terdapat berbagai pilihan doa yang dapat diamalkan. Doa-doa tersebut bersumber dari kitab suci Al-Qur'an dan juga hadis. Perlu diketahui bahwa sebenarnya tidak ada satu bacaan doa khusus yang wajib dibaca sebelum seseorang mulai bekerja. Meskipun demikian, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengamalkan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis ini dalam aktivitas sehari-hari mereka. Dengan mengamalkan doa-doa tersebut secara rutin, dipercaya dapat memberikan ketenangan hati, menjauhkan diri dari berbagai kesulitan, melancarkan segala usaha dan ikhtiar yang tengah dilakukan, serta memberikan petunjuk menuju jalan yang terbaik.
Salah satu doa yang sangat sering dibaca dan diamalkan oleh umat Islam adalah doa yang diriwayatkan dalam hadis serta doa dari Nabi Musa yang tertulis di dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Taha. Lafal doa Nabi Musa tersebut berbunyi: "Rabbishrah lii shadrii, wa yassir lii amrii". Doa ini memiliki arti yang sangat mendalam, yaitu: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku." Secara umum, doa ini biasanya dibaca oleh seseorang sebelum atau saat sedang mengerjakan ujian. Tujuan membaca doa ini pada momen-momen tersebut adalah agar hati menjadi lebih tenang dan pikiran bisa menjadi lebih fokus dalam menjawab soal-soal ujian yang dihadapi.
Jay Idzes Pulih dari Cedera, Sassuolo Incar Fedde Leysen jadi Rekan Duet

Selain doa Nabi Musa, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Bacaan doa tersebut adalah: "Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar". Arti dari doa yang sangat populer ini adalah: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka." Melalui doa ini, seorang hamba memohon keselamatan dan kebaikan yang menyeluruh, tidak hanya untuk kehidupan sementara di dunia, melainkan juga untuk kehidupan di akhirat kelak.
Terdapat pula pilihan doa lain yang bersumber dari Al-Qur'an untuk memohon ampunan sekaligus kemudahan, seperti doa yang berbunyi: "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin". Kalimat doa ini memiliki arti: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." Selain itu, umat Islam juga dapat mengamalkan doa yang berbunyi: "Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir", yang artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."
TNI Kejar Kelompok Bersenjata yang Membawa Paksa Sembilan Perempuan di Jila Mimika

Di samping doa-doa di atas, umat Islam juga dapat mengamalkan kalimat zikir dan kepasrahan yang berbunyi: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung." Kalimat ini menegaskan bahwa Allah adalah penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung bagi hamba-Nya. Bahkan dalam situasi kehidupan sehari-hari, seperti ketika keadaan kondusif di mana tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang, rasa syukur dan kepasrahan kepada Allah SWT tetap harus dipelihara melalui doa-doa keselamatan ini.
Kumpulan doa agar berhasil mencapai keinginan ini dapat dibaca secara rutin setelah melaksanakan ibadah sholat atau pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Menariknya, umat Islam tidak hanya terbatas pada lafal doa berbahasa Arab yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis saja. Seseorang juga diperbolehkan untuk menyampaikan keinginan dan harapan mereka secara langsung kepada Allah menggunakan bahasa yang mereka pahami sendiri. Dengan memadukan doa, usaha yang gigih, kesabaran, serta tawakal, niscaya setiap harapan baik yang diinginkan dapat terwujud atas izin Allah SWT.






