Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanPopuler
Beranda/Nasional

TNI Kejar Kelompok Bersenjata yang Membawa Paksa Sembilan Perempuan di Jila Mimika

Marthen PalutunganDiterbitkan 19 Agu 2026 - 23.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
TNI Kejar Kelompok Bersenjata yang Membawa Paksa Sembilan Perempuan di Jila Mimika
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Peristiwa tragis kembali melanda wilayah Papua Tengah, tepatnya di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Pada hari Senin (17/8), sebuah kelompok bersenjata yang diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang melakukan aksi keji dengan membawa paksa sembilan orang warga sipil perempuan. Kejadian ini sangat memprihatinkan karena para korban yang disandera meliputi anak-anak hingga ibu hamil. Kelompok bersenjata tersebut menyasar warga sipil perempuan yang rentang usianya bervariasi, mulai dari anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga usia remaja. Aksi penculikan paksa ini segera memicu respons cepat dari aparat keamanan setempat yang berupaya menyelamatkan para korban.

Selain melakukan aksi membawa paksa sembilan perempuan tersebut, kelompok bersenjata ini juga melakukan tindakan kekerasan fatal di lokasi kejadian. Seorang ibu yang diidentifikasi bernama Neregingget Magai, berusia 48 tahun, tewas ditembak di tempat oleh kelompok bersenjata tersebut. Setelah peristiwa penembakan maut itu terjadi, jenazah Neregingget Magai langsung dikremasi pada sore hari yang sama. Sementara itu, korban lain bernama Inkolung Aim juga mengalami luka serius. Ibu tersebut mengalami patah tulang kaki akibat didorong hingga masuk ke dalam jurang oleh pelaku. Beruntung, Inkolung Aim berhasil selamat dari kejadian mengerikan tersebut dan saat ini dilaporkan sedang menjalani perawatan medis di wilayah Jila.

Merespons kejadian ini, prajurit TNI tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok bersenjata tersebut guna menyelamatkan sembilan korban yang dibawa paksa. Komandan Kodim 1710/Mimika, Letnan Kolonel Infanteri Jozanda, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan personel militer langsung ke lokasi kejadian demi mengamankan situasi dan mengejar para pelaku. Keterangan mengenai pengejaran ini disampaikan oleh Jozanda di Timika pada Rabu malam. Berdasarkan pengamatan awal, Jozanda mengindikasikan bahwa kelompok bersenjata ini kemungkinan merupakan kelompok baru. Indikasi tersebut muncul karena mereka menggunakan dialek atau bahasa yang berbeda dengan bahasa yang biasa dituturkan oleh masyarakat setempat di Distrik Jila. Namun, upaya pengejaran dan penanganan di lapangan menghadapi kendala logistik yang cukup berat, mengingat akses transportasi penerbangan ke wilayah Distrik Jila masih belum dapat dilakukan pascainsiden tersebut.

Baca Juga

Jay Idzes Pulih dari Cedera, Sassuolo Incar Fedde Leysen jadi Rekan Duet

Jay Idzes Pulih dari Cedera, Sassuolo Incar Fedde Leysen jadi Rekan Duet

Tidak hanya dari pihak TNI, upaya penegakan hukum juga tengah berjalan dari kepolisian. Polres Mimika kini sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan dugaan penyanderaan sembilan warga sipil perempuan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila tersebut. Penyelidikan oleh Polres Mimika ini dilakukan untuk mengusut tuntas peristiwa kekerasan dan penculikan yang telah mengganggu keamanan masyarakat di Papua Tengah. Sinergi antara penyelidikan hukum oleh kepolisian dan pengejaran fisik oleh TNI diharapkan dapat segera memberikan kejelasan nasib para korban.

Insiden kekerasan yang melibatkan warga sipil ini memicu perhatian serius dari pemerintah pusat terkait kondisi hak asasi manusia di wilayah konflik. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara khusus meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan seluruh elemen masyarakat di Papua Tengah untuk memperkuat advokasi bagi warga sipil yang terdampak oleh konflik tersebut. Langkah advokasi yang kuat dinilai sangat penting untuk memastikan hak-hak warga sipil tetap terlindungi di tengah situasi keamanan yang tidak menentu dan penuh ancaman kekerasan.

Baca Juga

4 Fakta Jujutsu Kaisen Season 4 The Culling Game Part 2 dan Perkembangan Plotnya

4 Fakta Jujutsu Kaisen Season 4 The Culling Game Part 2 dan Perkembangan Plotnya

Dampak konflik bersenjata yang berkepanjangan di tanah Papua memang telah membawa dampak kemanusiaan yang sangat besar, terutama terkait masalah pengungsian warga. Berdasarkan data perkiraan dari Komnas HAM, terdapat sekitar 124.931 warga yang terpaksa mengungsi akibat konflik yang masih terus berlangsung di wilayah Papua Tengah. Komnas HAM pun meminta pemerintah agar segera memenuhi berbagai kebutuhan dasar para pengungsi tersebut. Di sisi lain, Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 122.000 orang yang mengungsi akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Papua. Mugiyanto menegaskan bahwa penanganan konflik di Papua wajib dilakukan dengan pendekatan yang berbasis pada hak asasi manusia. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi yang solid antara TNI, Polri, serta seluruh komponen bangsa guna menyelesaikan konflik secara damai dan adil.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TNIPapua Tengah

Berita Terbaru Lainnya

Jay Idzes Pulih dari Cedera, Sassuolo Incar Fedde Leysen jadi Rekan Duet4 Fakta Jujutsu Kaisen Season 4 The Culling Game Part 2 dan Perkembangan PlotnyaGallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Inkubasi UMKM Kota MedanPria Bugil Pukuli Pengendara di Lenteng Agung Ternyata MahasiswaKPK Tahan Eks Pejabat Pajak Haniv dalam Kasus Gratifikasi Rp20,7 MiliarPria Tanpa Busana yang Pukuli Pengendara di Lenteng Agung Dipastikan MabukKota Padang Tembus Seleksi II Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027, Langkah dan Persiapan Menuju Tahap AkhirUsulan BPIH 2027, Rata-Rata Biaya Haji Rp107,3 Juta, Porsi Jemaah 40 Persen

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap