Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan seorang pria tanpa busana yang sempat menghebohkan warga di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan aparat, pria yang terekam memukuli pengendara motor di Jalan Raya Lenteng Agung tersebut dipastikan berada di bawah pengaruh minuman keras alias mabuk. Penegasan ini sekaligus membantah spekulasi liar yang beredar di media sosial mengenai kondisi kejiwaan pelaku.
Berikut adalah rangkuman informasi dan jawaban atas sejumlah pertanyaan penting terkait insiden kekerasan di Lenteng Agung tersebut.
Bagaimana kronologi awal kejadian yang viral di media sosial tersebut?
Peristiwa ini bermula pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 23.40 WIB. Dalam sebuah rekaman video yang kemudian diunggah oleh akun Instagram @drama.ibukota, tampak seorang pria tanpa sehelai benang pun melakukan tindakan kekerasan di tengah Jalan Raya Lenteng Agung. Pria tersebut secara agresif memukuli hingga menendang seorang pengendara motor yang tengah melintas di kawasan tersebut, sehingga memicu keresahan warga sekitar.
Siapa sebenarnya identitas pria tanpa busana tersebut?
Kota Padang Tembus Seleksi II Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027, Langkah dan Persiapan Menuju Tahap Akhir

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan seorang mahasiswa berusia 23 tahun bernama Joshua. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan bahwa Joshua melakukan aksi nekatnya tersebut bukan karena mengalami gangguan jiwa atau gila. Tindakan melepas baju dan menyerang pengguna jalan tersebut sepenuhnya dipicu oleh kondisi mabuk berat setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Kapan polisi mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi?
Petugas kepolisian langsung menindaklanjuti laporan warga dan mengamankan Joshua pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Proses pengamanan di lapangan berlangsung sejak pagi hari hingga akhirnya pelaku berhasil dibawa ke Polsek Jagakarsa sekitar pukul 11.00 WIB untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait aksi kekerasan yang dilakukannya.
Apakah polisi menemukan barang bukti minuman keras di lokasi kejadian?
Usulan BPIH 2027, Rata-Rata Biaya Haji Rp107,3 Juta, Porsi Jemaah 40 Persen

Saat menangkap pelaku, kepolisian tidak menemukan barang bukti fisik lain dari tangan Joshua. Pelaku diduga kuat mengonsumsi minuman beralkohol jenis Intisari sebelum melakukan aksi pemukulan tersebut. Kendati demikian, botol minuman keras yang dikonsumsi Joshua tidak ditemukan di lokasi karena dilaporkan telah dibuang terlebih dahulu sebelum polisi tiba.
Berapa jumlah korban yang dilaporkan akibat aksi kekerasan pelaku?
Hingga informasi ini dihimpun, kepolisian melaporkan baru ada satu orang yang terdata secara resmi sebagai korban pemukulan dalam insiden tersebut. Polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan seluruh aspek kejadian terdokumentasi dengan baik serta memproses pertanggungjawaban hukum pelaku.






