Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanPopuler
Beranda/Berita Nasional

Penyebab Manifes Kapal Kerap Berbeda dan Evaluasi Keselamatan Pelayaran

Uria KilaDiterbitkan 19 Agu 2026 - 23.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Manifes Kapal Kerap Berbeda dan Evaluasi Keselamatan Pelayaran
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kementerian Perhubungan akan melakukan audit terhadap empat perusahaan pelayaran guna memeriksa tingkat kepatuhan mereka terhadap regulasi keselamatan transportasi laut. Langkah ini diambil menyusul rentetan kecelakaan kapal yang terjadi baru-baru ini. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa rangkaian insiden tersebut tidak berkaitan dengan efisiensi anggaran pemerintah, melainkan murni masalah kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Salah satu persoalan krusial yang diungkap oleh Dudy adalah ketidakakuratan data manifes penumpang kapal. Usai rapat kerja membahas kecelakaan kapal bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (19/8), Dudy memaparkan celah yang menyebabkan jumlah penumpang riil di kapal kerap berbeda dengan dokumen yang dilaporkan. Menurutnya, ketidaksesuaian ini bersumber dari adanya jeda waktu antara proses pengajuan izin berlayar dan waktu keberangkatan kapal yang sebenarnya.

Selama masa jeda sebelum kapal berangkat tersebut, operator kapal kerap kali menambahkan penumpang tanpa melaporkan perubahan jumlah tersebut kepada otoritas pelabuhan. Guna mengatasi celah ini, Kementerian Perhubungan menegaskan aturan bahwa kapal tidak boleh diizinkan berlayar sebelum jumlah penumpang terakhir yang berada di atas kapal dikonfirmasi secara final.

Baca Juga

KPK soal Bebizie di Kasus Gratifikasi Kukar, Kembalikan Uang Jadi Iktikad Baik

KPK soal Bebizie di Kasus Gratifikasi Kukar, Kembalikan Uang Jadi Iktikad Baik

Terkait pemeliharaan armada, Dudy menekankan bahwa aspek perawatan kapal sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak operator. Pemerintah menempatkan diri sebagai regulator yang bertugas memastikan seluruh pemangku kepentingan mematuhi ketentuan keselamatan yang berlaku. Bagi operator yang terbukti melanggar standar keselamatan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan mekanisme sanksi berjenjang, mulai dari teguran untuk pelanggaran ringan, pembekuan izin rute operasi, pembekuan izin operasi perusahaan pelayaran, hingga penyerahan kasus ke aparat penegak hukum jika ditemukan unsur tindak pidana. Evaluasi terhadap kinerja setiap individu yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan transportasi laut juga rutin dilakukan secara internal.

Di samping penegakan hukum, kementerian tengah mendorong pemisahan antara angkutan barang dan angkutan penumpang untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Kebijakan pemisahan ini sebelumnya telah diterapkan di Ketapang setelah kejadian tenggelamnya kapal Tunu Jaya. Di bawah kebijakan tersebut, kapal jenis Roro hanya diperbolehkan untuk mengangkut angkutan barang.

Baca Juga

Upaya Satgas Menangani Kebakaran Lahan Gambut yang Meluas di Riau

Upaya Satgas Menangani Kebakaran Lahan Gambut yang Meluas di Riau

Meski demikian, pemisahan secara menyeluruh belum dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia karena keterbatasan jumlah kapal yang tersedia di berbagai daerah. Pada wilayah-wilayah yang belum memungkinkan untuk menerapkan pemisahan ini, pemerintah akan melakukan pembatasan terhadap berat maupun muatan yang dibawa oleh kendaraan angkutan.

Mengenai kelengkapan keselamatan di atas kapal, Dudy juga menjelaskan perihal keberadaan sekoci. Ada jenis kapal tertentu yang tidak diwajibkan memiliki sekoci asalkan memiliki alat keselamatan alternatif yang memadai, seperti liferaft atau peralatan keselamatan lainnya. Kapal-kapal tersebut tetap dapat memperoleh sertifikat layak laut karena ketiadaan sekoci digantikan dengan alat keselamatan lain yang dinilai memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KemenhubDudy PurwagandhiKeselamatan Pelayaran

Berita Terbaru Lainnya

Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Inkubasi UMKM Kota MedanPria Bugil Pukuli Pengendara di Lenteng Agung Ternyata MahasiswaKPK Tahan Eks Pejabat Pajak Haniv dalam Kasus Gratifikasi Rp20,7 MiliarPria Tanpa Busana yang Pukuli Pengendara di Lenteng Agung Dipastikan MabukKota Padang Tembus Seleksi II Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027, Langkah dan Persiapan Menuju Tahap AkhirUsulan BPIH 2027, Rata-Rata Biaya Haji Rp107,3 Juta, Porsi Jemaah 40 PersenKPK soal Bebizie di Kasus Gratifikasi Kukar, Kembalikan Uang Jadi Iktikad BaikUpaya Satgas Menangani Kebakaran Lahan Gambut yang Meluas di Riau

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap