Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Kesehatan

Penyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Tanda Perlu Konsultasi Dokter

Bambang HandayaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 19.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Tanda Perlu Konsultasi Dokter
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Banyak individu kerap mengalami gangguan tidur akibat rasa nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba pada bagian bawah tubuh mereka. Kondisi medis ini dikenal secara luas sebagai kram kaki malam hari atau nocturnal leg cramps. Secara klinis, keadaan tersebut terjadi akibat adanya kontraksi otot secara mendadak yang tidak dapat dikendalikan oleh penderitanya. Rasa sakit yang ditimbulkan biasanya sangat terasa pada area betis, paha, hingga ke bagian telapak kaki. Serangan kram pada malam hari ini umumnya memiliki durasi yang bervariasi, mulai dari hitungan beberapa detik saja hingga mencapai beberapa menit. Walaupun tergolong singkat, kemunculannya sering kali cukup menghentak dan membuat penderitanya terbangun dari istirahatnya.

Terdapat sejumlah faktor pemicu yang menyebabkan seseorang rentan mengalami kontraksi otot mendadak saat sedang tertidur lelap. Salah satu penyebab utamanya adalah posisi tubuh saat berbaring yang keliru secara biomekanik. Sebagai contoh, ketika telapak kaki dibiarkan dalam posisi menekuk ke arah bawah atau yang dikenal dengan istilah plantar flexion dalam waktu yang cukup lama, otot-otot di sekitar betis akan memendek dan menjadi tegang. Keadaan otot yang menegang inilah yang membuatnya menjadi sangat rentan untuk mengalami kram mendadak. Selain faktor posisi saat berbaring, minimnya aktivitas fisik dalam rutinitas keseharian juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kemunculan keluhan ini.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Di sisi lain, melakukan aktivitas fisik secara berlebihan justru memberikan dampak yang serupa terhadap otot tubuh. Seseorang yang sering berolahraga dengan intensitas tinggi atau memiliki rutinitas pekerjaan yang menuntut untuk berdiri dalam durasi yang sangat lama berisiko mengalami kelelahan otot yang teramat berat. Ketika otot-otot kaki dipaksa bekerja melampaui batas ketahanannya, kondisi ini akan memicu respons berupa kontraksi atau kejang otot tanpa kendali. Fenomena kejang tersebut sering kali baru termanifestasi pada saat tubuh penderita sedang berada dalam fase istirahat di malam hari.

Baca Juga

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu Menjadi Rp2.603.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu Menjadi Rp2.603.000 per Gram

Faktor krusial lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah masalah dehidrasi serta terganggunya keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh. Kekurangan cairan memberikan dampak langsung terhadap penurunan fungsi optimal dari jaringan otot maupun sistem saraf manusia. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang memadai, keseimbangan elektrolit vital akan menjadi terganggu. Elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium sangat dibutuhkan oleh tubuh. Terganggunya keseimbangan mineral-mineral esensial tersebut secara otomatis akan meningkatkan sensitivitas otot, sehingga risiko terjadinya kram menjadi jauh lebih tinggi.

Berdasarkan profil penderitanya, kasus nocturnal leg cramps terbukti jauh lebih sering dijumpai pada kelompok usia dewasa hingga populasi lanjut usia atau lansia. Tingginya frekuensi kejadian pada kelompok umur yang lebih tua ini sangat erat kaitannya dengan proses degeneratif alami. Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami penurunan massa otot secara natural, penurunan fungsi saraf pendukung, serta berbagai perubahan pada sistem metabolisme tubuh. Di samping faktor penuaan, kram kaki yang muncul secara berulang juga dapat menjadi sinyal peringatan terkait adanya masalah kesehatan mendasar. Beberapa kondisi medis seperti gangguan ginjal, penyakit diabetes, kelainan tiroid, anemia, hingga penyakit neuropati atau saraf sering kali memunculkan gejala berupa kram otot.

Baca Juga

Kepala BSKDN Apresiasi Bantul Innovation Award 2026 dan Soroti Perkembangan Inovasi Non-Digital

Kepala BSKDN Apresiasi Bantul Innovation Award 2026 dan Soroti Perkembangan Inovasi Non-Digital

Mengingat kram kaki dapat menjadi indikasi adanya penyakit penyerta, penderita sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis ke dokter apabila keluhan tersebut muncul sangat sering dan berlangsung dalam durasi yang panjang. Pemeriksaan klinis juga mutlak diperlukan apabila kram disertai dengan gejala tambahan seperti pembengkakan, rasa kebas atau mati rasa, kelemahan otot, hingga adanya perubahan warna kulit pada area kaki. Terkait dengan kesehatan sistem saraf secara lebih luas, penelitian medis terbaru berhasil mengungkap temuan penting mengenai unsur retrotransposon di dalam DNA manusia. Keberadaan retrotransposon tersebut diketahui dapat merusak sel-sel saraf dan memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh. Para ahli menyimpulkan bahwa fenomena ini memiliki potensi keterkaitan dengan penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer dan ALS.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kram kakinocturnal leg crampskesehatan sarafpenyakit neuropatigangguan tidur

Berita Terbaru Lainnya

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,915 Ton Narkoba di Indonesia Hingga Juli 2026Terminal LPG Tanjung Sekong Jadi Andalan Pertamina Jaga Pasokan Energi NasionalKasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Lima Saksi Mangkir dari Pemeriksaan KejagungPolda Metro Jaya Bidik Puluhan Akun Baru dalam Kasus Jaringan Buzzer BerbayarPria Pencari Istri Menjadi Korban Pengeroyokan di Kalimalang BekasiBTS Tarik Karya dari Grammy Awards 2027 Usai Pengumuman Kategori Best Asian PopHarga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu Menjadi Rp2.603.000 per GramKepala BSKDN Apresiasi Bantul Innovation Award 2026 dan Soroti Perkembangan Inovasi Non-Digital

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap