Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Penyebab Produksi Susu Sapi Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 25 Jul 2026 - 10.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Produksi Susu Sapi Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional
Foto/Ilustrasi: Republika - Ekonomi
A-A+

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan susu nasional secara mandiri. Selama ini, sebagian besar susu yang dikonsumsi masyarakat justru berasal dari luar negeri, terutama Australia. Ketergantungan yang tinggi ini tidak lepas dari minimnya kontribusi peternakan sapi perah lokal yang baru sanggup menyuplai sekitar 20 persen dari total kebutuhan domestik. Sementara itu, 80 persen sisanya terpaksa dipenuhi melalui keran impor demi menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.

Kondisi ini dipertegas oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofik, saat meninjau Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang di Kabupaten Bandung Barat pada Jumat, 24 Juli 2026. Ia menyoroti rendahnya produktivitas sapi perah lokal yang rata-rata hanya menghasilkan di bawah 12 liter susu per ekor setiap harinya. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan peternakan modern di negara-negara maju yang mampu menghasilkan hingga 34 liter susu per ekor per hari. Saat ini, produksi susu nasional pun masih sangat terpusat, dengan Jawa Timur menyumbang 57,9 persen, disusul Jawa Barat sebesar hampir 30 persen, Jawa Tengah sekitar 9 persen, dan wilayah lain hanya menyumbang sekitar 2 persen.

Baca Juga

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Rendahnya angka produksi ini bukan tanpa alasan. Faktor geografis dan iklim menjadi tembok penghalang utama bagi para peternak lokal. Sapi perah berkualitas tinggi sejatinya merupakan hewan yang berasal dari wilayah subtropis, seperti Australia. Ketika dibawa ke Indonesia yang beriklim tropis, hewan-hewan ini membutuhkan penyesuaian suhu lingkungan yang signifikan agar bisa berproduksi secara optimal. Akibatnya, sentra peternakan sapi perah di tanah air saat ini masih terbatas di kawasan pegunungan yang memiliki udara lebih sejuk. Selain masalah suhu, keterbatasan lahan untuk menanam pakan berkualitas juga memperparah kondisi ini.

Untuk mengatasi kendala alam tersebut, pemerintah mulai melirik berbagai inovasi teknologi, salah satunya adalah sistem kandang tertutup atau closed barn. Teknologi yang saat ini tengah diuji coba di Jawa Timur ini dirancang untuk merekayasa iklim mikro di dalam kandang secara buatan. Jika penerapan teknologi ini terbukti sukses, peternakan sapi perah tidak lagi harus bergantung pada dataran tinggi atau pegunungan. Pengembangan peternakan sapi perah pun nantinya dapat diperluas hingga ke wilayah dataran rendah, sehingga membuka peluang peningkatan produksi yang lebih merata di berbagai daerah.

Baca Juga

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Kendati teknologi kandang tertutup menawarkan solusi, peningkatan produksi susu juga sangat bergantung pada jumlah populasi sapi perah itu sendiri. Pemerintah menyadari bahwa mengandalkan siklus reproduksi alami sapi akan memakan waktu yang sangat lama untuk mengejar target swasembada pangan di sektor ini. Oleh karena itu, percepatan penambahan populasi sapi perah memerlukan intervensi langsung dari pemerintah. Melalui berbagai skema pendanaan yang strategis, diharapkan populasi sapi perah dapat ditingkatkan secara cepat demi memangkas ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sapi perahproduksi susuimpor susupeternakanketahanan pangan

Berita Terbaru Lainnya

Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Puing Kebakaran di JayapuraLedakan Ebola di RD Kongo Capai 6.757 KasusKebakaran di RS Saiful Anwar Malang, 19 Pasien Dievakuasi11 Korban Kebakaran di Paniai Teridentifikasi, Polisi Selidiki Dugaan SabotaseLedakan Gas Melon di Warteg Tambora Picu Kepanikan WargaAktivitas Belajar di NTT Kembali Berjalan Usai Diguncang Gempa 7,7 Magnitudo6 Ruko di Bogor Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Termasuk Kafe-SalonHarga Beras di Jateng Naik, Gubernur Instruksikan Intervensi Pasar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap