Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Penyidikan Kasus Mutilasi di Depok, Polisi Telusuri Motif Pencurian dan Jejak Digital Pelaku

Wahyu SuryaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 07.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyidikan Kasus Mutilasi di Depok, Polisi Telusuri Motif Pencurian dan Jejak Digital Pelaku
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kasus kematian tragis Kunaefi (51), seorang pria yang menjadi korban mutilasi di Depok, kini terus diselidiki secara mendalam oleh pihak kepolisian. Polisi telah berhasil menangkap tersangka pelaku dalam kasus ini, yaitu Saepullah alias Saepul yang baru berusia 26 tahun. Penyelidikan intensif dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan keji tersebut. Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, memimpin langsung upaya penanganan kasus yang menarik perhatian publik ini guna memastikan seluruh fakta hukum terungkap dengan jelas.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, perselisihan antara pelaku dan korban diketahui terjadi di rumah kontrakan milik Saepul yang berlokasi di Jalan Belimbing, Cipayung. Saepul memberikan keterangan bahwa ia awalnya mengajak korban untuk berkunjung ke rumahnya. Alasan yang dikemukakan pelaku adalah karena dirinya merasa kesepian tinggal sendirian di kontrakan tersebut setelah teman kontrakannya sudah tidak ada lagi, sehingga ia membutuhkan teman untuk mengobrol. Namun, situasi kemudian berubah ketika korban berada di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Menurut pengakuan pelaku, ia merasa sangat risih dan emosi karena korban sempat memegangi tubuhnya secara tidak nyaman. Saepul mengeklaim dirinya berontak, tetapi korban justru menamparnya. Pelaku kemudian mendorong korban, namun ketika pelaku hendak berteriak, korban balik mendorongnya dari tangga rumah dua lantai tersebut. Setelah kejadian itu, Saepul mengakui bahwa ia nekat memutilasi tubuh korban. Tindakan mutilasi tersebut diakui pelaku dilakukan demi memudahkan dirinya membawa bagian-bagian tubuh korban keluar dari dalam rumah dan membuangnya ke lokasi yang dinilai aman.

Baca Juga

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi Pendidikan

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi Pendidikan

Meskipun pelaku memberikan alasan tersebut, pihak kepolisian tidak langsung memercayainya. Polisi justru menduga kuat adanya motif lain di balik pembunuhan tragis ini. Penyidik menduga pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku agar ia dapat mencuri serta menguasai sepeda motor dan barang-barang berharga milik korban. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dan langsung menjualnya kepada seorang penadah. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap penadah motor curian tersebut.

Selain mengejar penadah, polisi juga tengah berfokus melakukan pencarian terhadap barang bukti utama yang digunakan dalam aksi kejahatan ini. Barang bukti tersebut adalah sebilah pisau yang diduga kuat digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Berdasarkan pengakuan tersangka, pisau tersebut telah dibuang setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Di sisi lain, penyelidikan melalui jejak digital pada telepon seluler milik pelaku juga mengungkap fakta baru. Polisi menemukan bukti bahwa Saepul tergabung dalam sebuah grup atau komunitas gay.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan Maroko

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan Maroko

Sebelum terjerat kasus hukum ini, Saepul diketahui bekerja sebagai karyawan di sebuah lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual pisang cokelat. Pemilik usaha tersebut menjelaskan bahwa Saepul merupakan karyawan baru yang baru bekerja selama kurang lebih 1,5 bulan. Pada hari terjadinya peristiwa pembunuhan, Saepul sempat meminta izin untuk tidak masuk kerja dengan alasan ingin mengikuti wawancara kerja di tempat lain. Setelah kejadian itu, Saepul akhirnya resmi mengundurkan diri atau resign dari pekerjaannya pada tanggal 23.

Kini, Saepul harus mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya di hadapan hukum. Pihak kepolisian menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Saepul diduga melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan/atau pembunuhan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 459 dan/atau Pasal 458 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Proses penyidikan masih terus berjalan seiring dengan upaya polisi mengumpulkan seluruh barang bukti dan mengejar pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelarian barang bukti milik korban.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Polda Metro JayakriminalDepokpembunuhan berencanaKasus Mutilasi Depok

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan Mengubah Informasi Menjadi Keputusan Bisnis di Era Kecerdasan BuatanPrabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi PendidikanDewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan MarokoLeeds United Resmi Rekrut James Trafford sebagai Kiper Inggris TermahalRekor Pertemuan Timnas Indonesia dan Singapura Jelang Laga Penentu Piala AFF 2026Temuan Dokter Forensik Terkait Luka Lebam pada Jasad Mantan Istri Polisi di MedanTemuan Ratusan Senjata di Yayasan Sekolah Jakarta Selatan, Pengelola Sebut untuk Ekskul MenembakSiasat Pengendara Hindari Antrean Panjang di SPBU, Ubah Waktu Isi BBM hingga Beralih ke Nonsubsidi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap