Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Siasat Pengendara Hindari Antrean Panjang di SPBU, Ubah Waktu Isi BBM hingga Beralih ke Nonsubsidi

Yolanda TobanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 07.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Siasat Pengendara Hindari Antrean Panjang di SPBU, Ubah Waktu Isi BBM hingga Beralih ke Nonsubsidi
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Antrean kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kerap menjadi pemandangan sehari-hari yang menjemukan bagi para pengendara di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Untuk menghadapi persoalan ini, para komuter dan pekerja jalanan memiliki strategi masing-masing agar tidak terjebak antrean selama berjam-jam. Secara umum, terdapat dua kubu siasat yang menonjol: mereka yang bertahan dengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi namun sangat selektif memilih waktu pengisian, dan mereka yang memilih beralih ke BBM non-subsidi demi efisiensi waktu.

Bagi kelompok pertama, menyiasati waktu adalah kunci utama untuk mendapatkan Pertalite tanpa harus mengantre lama. Amran (44), seorang pengemudi ojek online asal Pondok Kopi, Jakarta Timur, membagikan pengalamannya saat mengisi bahan bakar di SPBU COCO Cikini 31.103.03

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Pertamina
pada Kamis (6/8/2026). Setelah mengantarkan penumpang ke daerah Gondangdia, Amran mematikan mesin sepeda motor Honda Scoopy miliknya dan hanya perlu menunggu sekitar lima menit sebelum mendorong motornya ke dispenser Pertalite. Hari itu, ia mengisi bensin senilai Rp25 ribu. Menurut Amran, waktu terbaik untuk mengisi BBM agar terhindar dari antrean panjang adalah pada siang hingga sore hari, tepatnya antara pukul 11.30 hingga 15.00 WIB, atau pada malam hari setelah pukul 21.30 WIB.

Strategi serupa juga diterapkan oleh Dede (37), pengemudi ojek online lainnya yang tinggal di Palmerah. Pria yang juga bekerja sebagai office boy ini biasanya mulai menarik penumpang sekitar pukul 17.00 WIB setelah menyelesaikan pekerjaan utamanya. Untuk menghindari antrean panjang yang melelahkan setelah seharian bekerja, Dede memilih mengisi bahan bakar pada larut malam, sekitar pukul 23.00 atau 24.00 WIB. Dede juga mengaku sangat jarang membeli bensin eceran di pinggir jalan. Selain karena harganya yang lebih mahal, ia juga khawatir dengan kualitas bahan bakar eceran yang kerap diisukan telah dioplos oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi Pendidikan

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi Pendidikan

Di sisi lain, sebagian pengendara memilih jalan pintas yang lebih praktis meskipun harus merogoh kocek lebih dalam. Dibandingkan harus menghabiskan waktu berharga di jalur antrean Pertalite yang mengular, mereka memilih membeli BBM non-subsidi dengan oktan lebih tinggi. Ramdan (29), seorang pekerja swasta yang sehari-hari mengendarai Honda Vario, secara sadar memilih mengisi kendaraannya dengan Pertamax. Bahkan dalam kondisi mendesak, ia tidak ragu untuk menggunakan Pertamax Turbo demi menghindari antrean panjang di dispenser BBM bersubsidi.

Pandangan senada diungkapkan oleh Cikal (30), seorang pegawai kantoran yang bekerja di kawasan SCBD Jakarta. Setiap harinya, Cikal harus menempuh perjalanan pulang-pergi yang cukup jauh antara Cikarang dan Bekasi. Untuk mendukung mobilitasnya, Cikal memilih mengisi mobilnya dengan Pertamax atau Pertamax Green. Pilihan ini didasarkan pada spesifikasi mesin kendaraannya yang memang membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan (RON) 92 ke atas. Menurut Cikal, keuntungan lain dari penggunaan BBM non-subsidi ini adalah jalur antreannya yang relatif lebih sepi dan lancar, sehingga ia tidak perlu membuang waktu di SPBU sebelum atau sesudah bekerja.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan Maroko

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan Maroko

Perbedaan siasat ini menunjukkan bagaimana masyarakat menyikapi keterbatasan waktu dan pilihan bahan bakar yang tersedia. Bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online, menyiasati waktu pengisian pada jam-jam sepi menjadi pilihan paling rasional untuk menghemat pengeluaran. Sementara bagi pekerja kantoran dengan mobilitas tinggi, pengeluaran ekstra untuk BBM non-subsidi dinilai sebanding dengan efisiensi waktu yang mereka dapatkan di jalan raya.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TransportasiPertaminaSPBUBBM

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan Mengubah Informasi Menjadi Keputusan Bisnis di Era Kecerdasan BuatanPrabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka, Uji Produk Inovasi dan Bahas Investasi PendidikanDewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama di Gaza, Bangun Pangkalan Militer Pasukan MarokoLeeds United Resmi Rekrut James Trafford sebagai Kiper Inggris TermahalRekor Pertemuan Timnas Indonesia dan Singapura Jelang Laga Penentu Piala AFF 2026Temuan Dokter Forensik Terkait Luka Lebam pada Jasad Mantan Istri Polisi di MedanTemuan Ratusan Senjata di Yayasan Sekolah Jakarta Selatan, Pengelola Sebut untuk Ekskul MenembakPenyidikan Kasus Mutilasi di Depok, Polisi Telusuri Motif Pencurian dan Jejak Digital Pelaku

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap