Masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan logistik kebutuhan dasar senilai Rp120 juta. Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban para penyintas yang masih bertahan di pengungsian selama masa pemulihan.
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT Perdana Gapuraprima Tbk melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke wilayah terdampak pada Rabu (2/9). Paket bantuan yang dikirim berupa barang-barang yang dapat langsung digunakan oleh para pengungsi, meliputi pasokan sembako, selimut, matras tidur, hingga popok untuk bayi dan lansia.
BMKG Ungkap Hasil Pantauan Muka Air Laut dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk Rudy Margono menjelaskan bahwa penyaluran digandengkan bersama BNPB agar distribusi logistik tepat sasaran dan terarah langsung ke kantong-kantong pengungsian. Pada kesempatan yang sama, Direktur Arvin F Iskandar menyatakan pemenuhan kebutuhan dasar merupakan aspek krusial bagi warga yang tengah menghadapi dampak berkepanjangan dari kerusakan pascabencana.
Penyaluran bantuan berlangsung di tengah pemulihan atas kerusakan parah akibat gempa utama bermagnitudo 7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan sempat memicu tsunami. Bencana ini menelan korban jiwa, korban luka-luka, memaksa ribuan orang mengungsi, serta meluluhlantakkan permukiman warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, dan infrastruktur transportasi.
Wamendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Kuasai Tanah Ulayat secara Sepihak

Kondisi masyarakat di lapangan kian rentan akibat tingginya aktivitas seismik yang belum mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 10.386 kali gempa susulan terjadi hingga 31 Agustus 2026 sejak gempa utama, dengan kekuatan terbesar mencapai M6,2. Pada Rabu (2/9), gempa susulan berkekuatan M4,3 kembali mengguncang kawasan Manggarai dan dirasakan dengan intensitas IV MMI.






