Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menegaskan bahwa pernyataan Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenai kondisi Nahdlatul Ulama (NU) tidak ditujukan sebagai serangan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany atau Gus Najmi menjelaskan bahwa substansi pernyataan Cak Imin merupakan bentuk evaluasi atas kepemimpinan di internal NU, bukan serangan terhadap HMI sebagai entitas organisasi maupun seluruh alumninya.
"Beliau sedang mengkritik sebuah kepemimpinan dan mengevaluasi kondisi NU, bukan menyerang HMI sebagai organisasi ataupun seluruh alumninya," ujar Najmi dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8).
KPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus Pemerasan

Klarifikasi tersebut merespons beredarnya potongan video pernyataan Cak Imin di media sosial. Salah satu unggahan video tersebut dibagikan oleh mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI Anas Urbaningrum melalui akun X miliknya. Dalam rekaman itu, Cak Imin menyebut NU mengalami kemunduran dalam kurun lima tahun terakhir karena dipimpin oleh figur berlatar belakang alumni HMI.
Menanggapi video itu, Najmi menilai latar belakang HMI pada tokoh yang menjadi sorotan adalah fakta biografis. Kendati demikian, aspek tersebut tidak serta-merta dapat ditafsirkan sebagai bentuk penolakan atau kritik terhadap organisasi HMI secara keseluruhan. Menurutnya, poin mendasar yang diangkat tetap berpusat pada kapabilitas dan pencapaian kepemimpinan yang bersangkutan.
Golkar Nilai AHY Beri Sinyal Siap Maju Pilpres 2029

Najmi juga menegaskan bahwa Cak Imin merupakan bagian yang melekat erat dengan NU dan tradisi pesantren. Dengan demikian, kritik yang disampaikan dipandang sebagai wujud tanggung jawab moral untuk membenahi dan membawa perbaikan bagi organisasi yang menaunginya.
Lebih lanjut, PKB mengingatkan publik agar tidak memelintir narasi evaluasi internal ini menjadi gesekan antar-organisasi pergerakan. Gus Najmi menekankan bahwa perbedaan pandangan dan analisis merupakan hal yang wajar, namun persatuan serta soliditas gerakan mahasiswa dan pemuda harus tetap menjadi prioritas utama.






