Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Potensi Besar Kredit Karbon, Kawasan Industri Didorong Manfaatkan Lahan Hijau untuk Pendapatan Tambahan

Bambang HandayaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 09.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Potensi Besar Kredit Karbon, Kawasan Industri Didorong Manfaatkan Lahan Hijau untuk Pendapatan Tambahan
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi mengimbau para pengelola kawasan industri di seluruh Tanah Air untuk menjaga wilayah kerja mereka agar tetap rimbun dan penuh dengan pepohonan. Langkah penghijauan ini didorong bukan semata-mata untuk tujuan pelestarian ekologi dan estetika lingkungan, melainkan juga sebagai sebuah strategi bisnis strategis yang dapat memberikan pemasukan tambahan yang sangat signifikan bagi para pengelola kawasan industri tersebut. Pemanfaatan lahan hijau di kawasan industri ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan roda pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus tetap mengedepankan aspek ramah lingkungan di sektor industri nasional.

Menteri Lingkungan Hidup yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyampaikan gagasan tersebut secara langsung di hadapan para pemangku kepentingan sektor industri. Pernyataan ini diungkapkan dalam acara Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang diselenggarakan di Jakarta Pusat pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Dalam forum tersebut, Jumhur menekankan bahwa saat ini Indonesia telah secara resmi memiliki pasar perdagangan karbon yang beroperasi. Kehadiran pasar karbon ini menjadi wadah atau instrumen utama yang memungkinkan para pengelola kawasan industri untuk mengonversi ruang-ruang hijau yang mereka miliki menjadi sumber pendapatan tambahan melalui mekanisme jual-beli kredit karbon secara legal.

Lebih jauh, Jumhur menjelaskan bahwa keberadaan pasar karbon di kawasan industri akan membawa dampak positif ganda. Upaya-upaya atau keinginan dari berbagai pihak untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, misalnya, kini tidak lagi sekadar menjadi tuntutan pelestarian alam, tetapi justru akan menjadi keuntungan finansial bagi para pengusaha itu sendiri. Menurut pandangannya, langkah ini merupakan bentuk kegiatan ekonomi di mana pelaku industri melakukan upaya perlindungan lingkungan, dan pada akhirnya mereka mendapatkan imbal hasil finansial dari upaya tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan ekonomi yang tetap tumbuh secara positif.

Baca Juga

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai potensi keuntungan tersebut, Jumhur memberikan sebuah contoh simulasi pengelolaan lahan di sebuah kawasan industri. Ia mengilustrasikan, apabila sebuah kawasan industri memiliki total luas lahan mencapai 1.000 hektare, sementara luas lahan yang terpakai untuk kegiatan operasional industri hanya sekitar 500 hektare, maka pengelola kawasan memiliki peluang emas pada sisa lahan tersebut. Pengelola dapat menggunakan 500 hektare lahan yang belum terpakai itu untuk dijadikan ruang hijau. Caranya adalah dengan menanam pohon-pohon yang secara spesifik memiliki kemampuan besar dalam menyerap emisi karbon di udara.

Potensi ekonomi dari penanaman pohon di lahan sisa tersebut dinilai sangat fantastis. Jumhur menegaskan bahwa jika lahan seluas 500 hektare tersebut ditanami pepohonan, kemudian dirawat hingga tumbuh hijau dan subur, pengelola kawasan industri bisa meraup pendapatan hingga puluhan miliar rupiah dari proses tersebut. Nilai ini akan semakin membesar seiring berjalannya waktu dan peningkatan harga karbon di pasaran. Apabila ruang hijau ini dipelihara dengan baik, disiram, dan dijaga selama beberapa tahun, emisi yang diserap dapat langsung dihitung untuk proses offset. Jika harga kredit karbon di masa mendatang mencapai kisaran 30 hingga 40 dolar Amerika Serikat per ton karbon ekuivalen, maka satu kawasan industri berpotensi mendapatkan pemasukan tambahan hingga puluhan juta dolar.

Baca Juga

Untuk Tingkatkan Jangkauan Layanan, Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Kemitraan SPBU

Untuk Tingkatkan Jangkauan Layanan, Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Kemitraan SPBU

Melihat besarnya potensi ekonomi dan manfaat ekologi yang ditawarkan, Jumhur sangat berharap Kementerian Lingkungan Hidup dapat menjalin kerja sama dan berkolaborasi lebih jauh dengan para pengelola kawasan industri di seluruh Indonesia. Ia menyatakan sangat menantikan kolaborasi nyata tersebut agar kawasan-kawasan industri di dalam negeri tidak berdebu, gersang, atau tidak terawat. Meskipun ia mengakui bahwa saat ini sudah ada beberapa tempat di kawasan industri yang tetap rimbun dan memulai langkah penghijauan, kolaborasi yang lebih terbuka dan terstruktur diharapkan dapat memperluas praktik baik ini. Pembangunan berbasis perlindungan lingkungan ini diharapkan menjadi standar baru bagi operasional kawasan industri di masa depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kredit karbonLingkungan Hidupkawasan industriJumhur Hidayatperdagangan karbon

Berita Terbaru Lainnya

Persija vs Persib di SUGBK Panpel Imbau Suporter tanpa Tiket untuk tak DatangBobotoh Diminta tak Datang ke GBK saat Laga Persija Vs PersibPelampung Ditemukan Saat Cari Jurnalis Hilang, Bukan dari Arupadhatu 1Lokasi Parkir untuk Penonton Persib vs Persija di GBK Disiapkan, Ini DaftarnyaMengintip Harta Haji Isam yang Diisukan Borong 62,2 Persen Saham BayanPertamina Ungkap Potensi Harga Pertamax Dkk Sentuh Rp20 Ribu per LiterBobotoh Dilarang ke GBK, Polisi Siapkan 3 Titik PenyekatanProyek PSEL Serang Raya Siap Olah 1.161 Ton Sampah Jadi Listrik

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap