Pemerintah pusat menyalurkan dana bantuan darurat untuk mempercepat penanganan bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran senilai Rp20 miliar untuk masing-masing pemerintah kabupaten serta Rp40 miliar khusus bagi Pemerintah Provinsi NTT.
Presiden Prabowo memastikan langsung pencairan dana tersebut saat memimpin rapat koordinasi di posko penanganan bencana, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengonfirmasi bahwa dana bantuan telah masuk dan diterima oleh pemerintah daerah terkait. Ia menegaskan agar alokasi dana darurat tersebut dipergunakan secara ketat sesuai peruntukannya.
Temui Korban Gempa NTT, Prabowo Belasungkawa bagi yang Kehilangan Keluarga

"Kami juga sudah sampaikan kepada Pak Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi tersebut.
Penanganan Pengungsi dan Wilayah Terdampak
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kucuran dana tanggap darurat tersebut. Menurutnya, seluruh kabupaten di Pulau Flores telah menerima Rp20 miliar per daerah dan pemerintah provinsi menerima Rp40 miliar untuk mengoptimalkan penanganan para pengungsi.
KRL Rangkasbitung Terlambat akibat Kebakaran Lahan Dekat Jalur Daru-Tigaraksa

Selain penanganan dampak gempa, perhatian pemerintah pusat juga menyasar wilayah Flores Timur yang menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi selama dua tahun terakhir. Emanuel mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan tambahan bagi daerah tersebut.
Untuk menjamin ketersediaan logistik warga di lapangan, Pemerintah Provinsi NTT juga meminta toko dan kios lokal segera menyalurkan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak, dengan jaminan seluruh biaya akan ditanggung dan diganti oleh pemerintah.






