Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Posko Penanganan Bencana Batalyon Teritorial Pembangunan Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Rapat tersebut dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara serta daerah, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Gubernur NTT, Kapolda, jajaran Forkopimda, hingga Bupati Nagekeo.
Dalam agenda tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan perkembangan situasi pascagempa bermagnitudo 7 yang mengguncang wilayah NTT. Sebanyak tujuh kabupaten tercatat terdampak guncangan, salah satunya Kabupaten Nagekeo.
Tim Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan untuk Korban Gempa NTT

Berdasarkan data BNPB, tercatat sebanyak 7.259 kali guncangan gempa terjadi terhitung sejak 15 Agustus hingga Rabu siang. Dari ribuan aktivitas kegempaan tersebut, gempa susulan dengan magnitudo 6,2 dirasakan sebanyak 143 kali. Meski demikian, BNPB memastikan sudah tidak ada gempa susulan berskala besar yang mencapai magnitudo 7 seperti peristiwa awal.
Rincian 105 Korban Meninggal Dunia
Selain data aktivitas seismik, Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai korban jiwa. Hingga Rabu (26/8/2026), total korban meninggal dunia akibat rangkaian gempa bumi di NTT mencapai 105 orang.
Prabowo Terima Laporan, Banyak Warga NTT Ngungsi Takut Gempa Susulan

Suharyanto merinci bahwa 48 korban di antaranya meninggal dunia akibat terdampak langsung reruntuhan dan guncangan gempa. Sementara itu, 57 korban tambahan terdata dari hasil operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh Basarnas, pasien yang tidak tertolong saat menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan, serta warga kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan korban yang mengalami trauma berat.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terkait terus mengoordinasikan langkah darurat dan penanganan lanjutan bagi para korban serta warga yang terdampak di seluruh kabupaten terdampak di NTT.






