Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memperluas jangkauan jaringan rel perkotaan dengan menyambungkan rute LRT Jakarta dari Manggarai menuju kawasan Dukuh Atas. Rencana lanjutan dari koridor Kelapa Gading–Manggarai ini dirancang untuk mempertemukan moda transportasi massal timur dan utara Jakarta langsung ke pusat transit terpadu ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi alokasi dana investasi serta skema pendanaan yang tengah dimatangkan bersama legislatif daerah guna merealisasikan rute strategis tersebut.
Rincian Investasi dan Skema Pendanaan Obligasi Daerah
Total nilai investasi yang disiapkan Pemprov DKI untuk proyek perpanjangan jalur dari Manggarai hingga Dukuh Atas mencapai Rp2,7 triliun. Angka tersebut sudah mencakup pengadaan sarana armada kereta tambahan.
Pramono menyampaikan bahwa kebutuhan pengadaan mencakup sekitar 16 unit train set untuk melayani koridor ini. Guna mendanai pembangunan infrastruktur tersebut, Pemprov DKI telah mengajukan penerbitan obligasi daerah kepada DPRD DKI Jakarta. Skema obligasi daerah ini diusulkan untuk membiayai dua agenda utama, yakni kelanjutan proyek LRT Jakarta ke Dukuh Atas dan pembangunan rumah sakit internasional di lahan eks Sumber Waras.
Penggeledahan Terkait Kasus Unsoed, Dokumen Penting hingga Alat Elektronik Disita

Catatan pada situs investasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat kebutuhan nilai investasi proyek bertajuk LRT Jakarta Phase 1C Manggarai–Dukuh Atas ini berada di kisaran Rp2,9 triliun. Dari aspek kelayakan finansial, proyek Phase 1C tercatat memiliki indikator investment rate of return (IRR) sebesar 12,3 persen, weighted average cost of capital (WACC) 12,3 persen, serta masa pengembalian modal (payback period) selama 17 tahun.
Profil Jalur Phase 1C dan Estimasi Penumpang
Secara teknis lintasan, perpanjangan rute LRT Jakarta Phase 1C Manggarai–Dukuh Atas memiliki panjang rel sekitar 2,4 kilometer. Jalur pendek ini memegang peran krusial dalam menyambungkan komuter dari koridor perintis ke pusat bisnis.
Berdasarkan data proyeksi investasi Pemprov DKI, rata-rata volume penumpang harian di segmen Manggarai–Dukuh Atas ini diperkirakan mencapai 20.554 orang. Aliran penumpang ini utamanya terbentuk dari perpindahan pengguna transportasi umum yang menuju kawasan perkantoran Sudirman-Thamrin dan sekitarnya.
Integrasi Transportasi di Titik Transit Dukuh Atas
Pemilihan Dukuh Atas sebagai titik akhir rute didasarkan pada posisinya sebagai simpul integrasi multi-moda terbesar di Jakarta. Penumpang yang tiba menggunakan LRT Jakarta akan langsung terhubung ke beragam moda transportasi publik, meliputi:
Sampaikan Kesimpulan, Kubu Febrie Klaim Ada 40 Aturan yang Dilanggar

- MRT Jakarta
- KRL Commuter Line
- Kereta Bandara
- LRT Jabodebek
- Halte bus TransJakarta
Kawasan Dukuh Atas juga terhubung langsung dengan gedung Transport Hub yang dikelola oleh PT MRT Jakarta, sehingga alur transit antarmoda berjalan dalam satu kawasan terpadu.
Rencana Ekspansi Rute dan Penguatan Tulang Punggung Mobilitas
Selain menyambungkan koridor Manggarai–Dukuh Atas, Pemprov DKI memproyeksikan beberapa rute ekstensi lainnya untuk melengkapi konektivitas LRT Jakarta. Rencana jalur lanjutan tersebut antara lain:
- Rute dari Velodrome menuju Stasiun Whoosh
- Rute dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS)
Pramono menegaskan, apabila seluruh tahapan rute tersebut tuntas terbangun, LRT Jakarta akan berfungsi sebagai tulang punggung (backbone) transportasi utama yang merajut mobilitas warga di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.






