Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pupuk Kaltim Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Tebok Batang Bontang

Uria KilaDiterbitkan 3 Agu 2026 - 18.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pupuk Kaltim Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Tebok Batang Bontang
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah merehabilitasi kawasan terumbu karang seluas 2,23 hektare di perairan Tebok Batang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, hingga tahun 2025. Program konservasi yang telah berjalan selama 15 tahun tersebut menjadi salah satu wujud nyata dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Langkah pelestarian ini diwujudkan melalui pendekatan yang berbasis sains, kolaborasi bersama berbagai pihak, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Keberhasilan program ini mencatatkan dampak positif terhadap pemulihan ekosistem lautan yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan alam.

Upaya rehabilitasi terumbu karang di perairan Bontang ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 silam. Keputusan tersebut diambil setelah sebuah evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen terumbu karang di perairan tersebut mengalami kerusakan parah akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
lingkungan
. Sebagai langkah pemulihan yang nyata, Pupuk Kaltim membangun berbagai modul terumbu buatan dan melakukan transplantasi karang. Proses tersebut melibatkan pemberdayaan masyarakat pesisir secara langsung, serta disertai dengan pemantauan kondisi ekologi dan sosial secara berkelanjutan demi memastikan keberhasilan pertumbuhan bibit karang yang baru.

Dalam tahap pelaksanaannya, proses pemulihan yang dilakukan oleh perusahaan menggunakan tiga tipe modul terumbu buatan, yakni tipe Pyramid, Cube, dan Dome. Ketiga desain modul tersebut secara khusus dirancang untuk mendukung penempelan bibit karang sekaligus meningkatkan tingkat keanekaragaman hayati di area konservasi selama pelaksanaan program berlangsung. Selama kurun waktu lebih dari satu dekade berjalan, Pupuk Kaltim telah memasang ribuan modul terumbu buatan di dasar perairan tersebut. Program ini difokuskan pada peningkatan keanekaragaman hayati, perbaikan habitat laut, serta secara tidak langsung mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan dekarbonisasi.

Baca Juga

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor Mewah

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor Mewah

Hingga tahun 2025, luasan kawasan rehabilitasi yang dikelola oleh Pupuk Kaltim di perairan Tebok Batang telah mencapai angka 2,23 hektare. Luasan tersebut merupakan bagian dari total 10 hektare area yang telah diizinkan pengelolaannya melalui Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Seiring dengan berjalannya program restorasi tersebut, hasil yang signifikan mulai terlihat pada keanekaragaman biota laut setempat. Populasi ikan karang di wilayah tersebut dilaporkan telah meningkat menjadi 57 familia, sementara populasi karang yang berhasil tumbuh tercatat mencapai 69 genus. Saat ini, perairan Tebok Batang telah berkembang menjadi salah satu model konservasi berbasis kolaborasi yang melibatkan kelompok nelayan lokal dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga proses pemantauan ekosistem secara berkala.

Keberhasilan program konservasi ekosistem bawah laut ini juga mendapatkan pengakuan bergengsi di tingkat internasional. Pupuk Kaltim terpilih menjadi delegasi perwakilan Indonesia pada ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) yang dijadwalkan berlangsung di Auckland, Selandia Baru, pada tanggal 19 hingga 24 Juli 2026 mendatang. Di dalam simposium berskala global yang melibatkan lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara itu, Pupuk Kaltim hadir sebagai satu-satunya entitas industri nasional dari Indonesia.

Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina, menjelaskan bahwa perusahaan mempresentasikan dua buah karya ilmiah yang mengangkat pengalaman restorasi terumbu karang di kawasan Tebok Batang. Kedua karya tersebut masing-masing mengangkat judul "Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration" dan "Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance". Astri memaparkan bahwa kedua karya tersebut menyoroti pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir di dalam upaya restorasi terumbu karang.

Baca Juga

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

Lebih lanjut, Astri menegaskan bahwa pengalaman yang dimiliki oleh Pupuk Kaltim menunjukkan sebuah fakta bahwa keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan oleh faktor teknologi yang digunakan. Kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan yang didasarkan pada hasil evaluasi di lapangan juga memegang peranan krusial. Melalui keikutsertaan dalam ajang bergengsi ICRS 2026, delegasi perusahaan bermaksud menunjukkan bahwa sektor industri mampu mengambil peran strategis dalam mendukung kegiatan konservasi laut secara berkelanjutan. Langkah pelestarian yang telah diterapkan di Tebok Batang diharapkan dapat menjadi referensi yang baik maupun direplikasi oleh berbagai pihak yang memiliki tujuan serupa.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan bahwa partisipasi aktif perusahaan di dalam simposium ICRS 2026 menjadi bukti nyata dari komitmen perseroan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Di samping itu, inisiatif lingkungan ini juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 14, yakni Life Below Water. Anggono turut memberikan apresiasi kepada para delegasi yang telah mewakili Indonesia pada forum ICRS tersebut, karena pencapaian ini membuktikan bahwa inisiatif keberlanjutan dari operasional perusahaan mampu memberikan kontribusi yang positif dan berhasil memperoleh pengakuan luas dari komunitas global.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LingkunganPupuk KaltimTerumbu KarangBontangKonservasi LautICRS 2026

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap