Nilai tukar Rupiah mencatatkan penguatan sebesar 0,11 persen ke level Rp 17.890 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan yang berlangsung pada hari Jumat (7/8/2026). Apresiasi mata uang Garuda ini terjadi bersamaan dengan menguatnya pasar modal Indonesia secara keseluruhan pada akhir pekan tersebut. Para pelaku pasar dilaporkan tengah memberikan perhatian khusus pada perkembangan isu seputar pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, yang dinilai menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi pergerakan instrumen keuangan domestik saat ini.








