Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.009 Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia

Togar SiregarDiterbitkan 28 Jul 2026 - 06.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Melemah ke Rp18.009 Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar mata uang rupiah terpaksa mengakhiri perdagangan pada awal pekan ini dengan mencatatkan pelemahan. Pada penutupan pasar hari Senin tanggal 27 Juli, mata uang Garuda berada pada posisi level Rp18.009 untuk setiap satu dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai tukar ini tercatat sebesar 46 poin, sebuah angka yang setara dengan pelemahan sebesar 0,26 persen apabila dikomparasikan dengan posisi pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya. Pelemahan yang dialami oleh mata uang Indonesia ini terjadi bertepatan dengan munculnya kabar mengenai mundurnya pucuk pimpinan bank sentral nasional.

Faktor utama yang membebani langkah rupiah pada perdagangan kali ini berasal dari dalam negeri, tepatnya terkait dengan posisi Gubernur

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
Bank Indonesia
. Pengunduran diri
Perry Warjiyo
dari jabatan Gubernur Bank Indonesia telah memicu reaksi negatif di kalangan pelaku pasar. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Ia menyatakan bahwa mundurnya Gubernur Bank Indonesia tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di pasar mengenai status independensi dari bank sentral. Kekhawatiran terhadap independensi Bank Indonesia ini pada akhirnya memberikan tekanan sentimen yang cukup signifikan, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pergerakan nilai tukar rupiah, tetapi juga turut menekan pasar ekuitas di dalam negeri.

Kondisi pelemahan rupiah ini sebenarnya bertolak belakang dengan situasi yang sedang terjadi di pasar global. Menurut penjelasan lebih lanjut dari Lukman Leong, mata uang rupiah sesungguhnya memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalami penguatan pada hari perdagangan tersebut. Peluang apresiasi ini didasarkan pada pergerakan indeks dolar Amerika Serikat yang sedang mengalami tren pelemahan. Melemahnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut tidak terlepas dari situasi geopolitik dunia, di mana ketegangan yang sebelumnya terjadi di kawasan Timur Tengah kini mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Lukman secara spesifik menegaskan pandangannya terkait kontradiksi antara faktor eksternal dan internal ini pada hari Senin, 27 Juli. Ia menyebutkan bahwa rupiah seharusnya menguat oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat di tengah meredanya tensi geopolitik Timur Tengah. Namun, sentimen positif dari luar negeri tersebut sepenuhnya tertutupi oleh dinamika internal. Keputusan pengunduran diri Perry Warjiyo membuat kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia mendominasi arah pergerakan pasar, sehingga menekan rupiah maupun pasar ekuitas secara bersamaan.

Perbedaan arah pergerakan antara rupiah dengan mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia juga terlihat sangat jelas pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Ketika rupiah mengalami pelemahan akibat sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, sejumlah mata uang Asia justru bergerak bervariasi dan berhasil memanfaatkan pelemahan dolar Amerika Serikat. Tercatat, mata uang yuan China mengalami penguatan sebesar 0,06 persen. Langkah positif ini juga diikuti oleh peso Filipina yang berhasil terapresiasi sebesar 0,26 persen. Selain itu, ringgit Malaysia juga mencatatkan kenaikan nilai tukar sebesar 0,09 persen, sementara dolar Singapura turut menguat sebesar 0,02 persen. Penguatan tertinggi di kawasan Asia dicatatkan oleh yen Jepang yang melaju sebesar 0,18 persen.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Meskipun mayoritas mata uang Asia bergerak di zona hijau, terdapat pula mata uang yang bernasib sama dengan rupiah pada perdagangan tersebut. Mata uang won Korea Selatan tercatat mengalami pelemahan yang lebih dalam dibandingkan rupiah, yakni merosot sebesar 0,89 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Sementara itu, nilai tukar dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil dan tidak menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan hari yang sama.

Di luar kawasan Asia, pergerakan mata uang utama dari berbagai negara maju juga menunjukkan tren yang variatif ketika dihadapkan dengan dolar Amerika Serikat. Mata uang euro Eropa mencatatkan penguatan sebesar 0,22 persen. Poundsterling Inggris juga terpantau naik sebesar 0,07 persen. Apresiasi yang lebih tinggi dialami oleh dolar Australia yang terapresiasi sebesar 0,32 persen. Puncak penguatan di antara mata uang utama negara maju dipimpin oleh franc Swiss yang berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,35 persen. Sebaliknya, pada kelompok negara maju ini, hanya dolar Kanada yang tercatat mengalami pelemahan, dengan koreksi tipis sebesar 0,01 persen terhadap mata uang Amerika Serikat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank Indonesiarupiahnilai tukardolar asperry warjiyokurs rupiah

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap