Bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa dilaporkan masih terus bergerak di kedalaman sekitar 30 meter. Pergerakan tersebut membuat titik lokasi bangkai kapal bergeser hingga sekitar 1,6 nautical mile (NM) dari posisi sebelumnya saat dalam kondisi terbalik.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pergeseran posisi tersebut terjadi lantaran kapal belum sepenuhnya tenggelam dan menetap di dasar laut. Saat ini, KM Virgo Transport 8 masih berada dalam posisi melayang di bawah permukaan laut. Kondisi tersebut diduga kuat timbul karena masih adanya sejumlah kompartemen atau sekat ruang kosong di dalam badan kapal yang belum terisi oleh air laut.
Risiko Penyelaman dan Opsi Evakuasi
Adanya rongga atau ruang kosong di dalam badan kapal yang melayang tersebut menghadirkan risiko teknis yang sangat berbahaya bagi para penyelam. Mohammad Syafii menegaskan bahwa tindakan membuka salah satu sekat dari ruang kosong tersebut dapat memicu perubahan tekanan air yang luar biasa besar secara tiba-tiba, sehingga berpotensi tinggi membahayakan keselamatan tim penyelam di kedalaman air.
OTT di Lingkungan Kantor Pertanahan Bogor, KPK Sita Sekitar 20 Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Rupiah

Menghadapi situasi tersebut, pihak Basarnas bersama unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan tim SAR gabungan terus mengkaji sejumlah opsi strategis untuk menangani posisi bangkai kapal. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah membalikkan posisi kapal yang terbalik agar proses penanganan dan pencarian lebih mudah dilakukan. Selain itu, tim juga mengkaji kemungkinan untuk menarik kapal dari titik lokasinya saat ini, mengingat perairan di sekitar bangkai kapal tergolong perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 30 meter.
Rencana Operasi Bawah Air dan Data Korban
Operasi pencarian bawah laut untuk korban KM Virgo Transport 8 sempat mengalami penundaan akibat kendala cuaca buruk di lokasi perairan. Kendati demikian, tim SAR gabungan telah menyusun agenda lanjutan untuk menggelar operasi bawah laut pada hari berikutnya.
KKB Sandera 2 Wanita di Mimika Selama 20 Hari, 1 Orang Ditemukan Meninggal

Operasi bawah air tersebut direncanakan berjalan dengan perkuatan sejumlah armada dan instrumen canggih, termasuk pengerahan kapal KRI Canopus milik TNI AL, perangkat drone bawah laut, Multibeam Echo Sounder, hingga Remotely Operated Vehicle (ROV) guna mendeteksi serta memantau kondisi bawah air secara presisi.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari Senin, KM Virgo Transport 8 tercatat membawa total 243 orang di atas kapal saat peristiwa kecelakaan berlangsung. Dari jumlah keseluruhan tersebut, tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak 114 korban, dengan 6 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 129 orang penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan masih berada dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.






