Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Politik

Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena

Wahyu SuryaniDiterbitkan 15 Sep 2026 - 01.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintah Arab Saudi kini berada di posisi terjepit di tengah keterbatasan pilihan militer dan diplomatik menyusul rentetan manuver agresif kelompok Houthi di Yaman. Ketegangan regional kian meningkat setelah kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut menguasai jalur-jalur pelayaran vital di selatan semenanjung Arab.

Eskalasi terbaru mencuat setelah Houthi berhasil merebut Pulau Perim yang strategis di mulut Laut Merah serta kota pelabuhan Mocha. Penguasaan wilayah ini ditujukan untuk mengamankan kendali atas Selat Bab al-Mandeb, sehingga secara langsung mengancam jalur perdagangan dan navigasi maritim kawasan.

Tekanan terhadap Riyadh kian berat ketika pipa minyak utama Timur-Barat milik Arab Saudi terpaksa ditutup akibat serangan pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Irak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Teheran mendalangi serangan proksi tersebut. Padahal, pipa strategis itu menjadi tumpuan utama Saudi untuk mengalihkan sekitar 5 juta barel minyak per hari dari Teluk Persia menyusul penutupan paksa Selat Hormuz.

Baca Juga

Penjelasan PDIP soal Pemecatan Achmad Hidayat dan Kaitan Kunjungan ke Solo

Penjelasan PDIP soal Pemecatan Achmad Hidayat dan Kaitan Kunjungan ke Solo

Keterbatasan Opsi dan Dinamika Bantuan AS

Peneliti tamu di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), Cinzia Bianco, menilai Riyadh menghadapi dilema besar karena ruang gerak yang sangat terbatas untuk menghadapi Houthi secara efektif tanpa memicu kebakaran konflik yang lebih luas.

Di balik layar, Putra Mahkota Arab Saudi dilaporkan sempat dua kali menghubungi Donald Trump guna meminta bantuan serangan militer terhadap posisi Houthi, namun permintaan tersebut ditolak oleh Washington. Sebagai gantinya, Amerika Serikat mengirimkan sekitar 100 penasihat militer ke Riyadh murni untuk memperkuat dukungan intelijen. Sementara itu, mantan penasihat pemerintah Saudi, Nawaf Obaid, menegaskan bahwa permintaan yang diajukan Riyadh sejak awal memang hanya berfokus pada kerja sama intelijen, bukan pelibatan serangan udara militer AS.

Baca Juga

Pertamina NRE Resmi Luncurkan Bioethanol Development Center

Pertamina NRE Resmi Luncurkan Bioethanol Development Center

Sinyal Serangan Balasan di Tengah Blokade

Dari pihak Yaman, Kepala Kantor Berita Saba yang dikelola Houthi, Nasr al-Din Amer, menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menghentikan tekanan militer ke Saudi. Serangan akan terus berlanjut hingga Arab Saudi menghentikan pengepungan dan blokade ekonomi serta perjalanan di wilayah Yaman utara yang telah berlangsung selama 12 tahun.

Melihat situasi lapangan yang kian panas, pakar Yaman dan penasihat risiko di Washington DC, Mohammed Al-Basha, memperingatkan indikasi kuat terjadinya aksi balasan berskala besar dari pihak Saudi. Analis geopolitik Saudi Salman Al-Ansari juga meyakini bahwa serangan balasan dari pasukan pemerintah Yaman yang disokong Riyadh sudah berada di depan mata.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HouthiArab SaudiKonflik Timur Tengah

Berita Terbaru Lainnya

Bamsoet Dorong Penguatan Medikolegal RS demi Lindungi Pasien dan Tenaga MedisSebelum Diganti, Purbaya Paparkan TKD 2027 Rp 735 TriliunSuahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Ekonom Ingatkan APBN Sehat Tak Cuma Soal DefisitBahlil Soroti Penyalahgunaan BBM Subsidi, Sebut Tangki Modifikasi Capai 1 TonPenjelasan PDIP soal Pemecatan Achmad Hidayat dan Kaitan Kunjungan ke SoloAsap Karhutla Kembali Terlihat di Kawasan IKNPenyaluran KUR Tembus Rp 219,62 Triliun, Diterima 3,41 Juta DebiturMenengok Mall Rongsok Depok, Surga Barang Bekas dan Benda Jadul

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap